FAJARNUSA.COM - Jalan rusak parah masih menjadi masalah serius di Kabupaten Cirebon, terutama di beberapa titik di Cirebon Timur dan Barat, seperti Desa Japura Kidul dan wilayah Susukan.
Kondisi ini sudah berlangsung lama dan menyebabkan kecelakaan, namun perbaikan terkendala anggaran dan birokrasi.
Pemerintah Kabupaten Cirebon berjanji menangani kerusakan jalan ini dengan memprioritaskan beberapa ruas jalan utama di Cirebon Timur, meskipun dengan anggaran terbatas.
Kondisi ini sudah berlangsung lama dan menyebabkan kecelakaan, namun perbaikan terkendala anggaran dan birokrasi.
Pemerintah Kabupaten Cirebon berjanji menangani kerusakan jalan ini dengan memprioritaskan beberapa ruas jalan utama di Cirebon Timur, meskipun dengan anggaran terbatas.
Baca Juga: Katanya Mei Peningkatan Jalan di Beton, Warga Kota Cirebon Tuntut Janji Wali Kota
Lokasi Jalan Rusak yang Sering Disebut
1. Cirebon Timur:
Berbagai ruas jalan di wilayah ini mengalami kerusakan parah, termasuk jalan yang menghubungkan Desa Luwung Kencana dengan Desa Ujung Gebang di Kecamatan Susukan, dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Pangenan dan Astana Japura.
Lokasi Jalan Rusak yang Sering Disebut
1. Cirebon Timur:
Berbagai ruas jalan di wilayah ini mengalami kerusakan parah, termasuk jalan yang menghubungkan Desa Luwung Kencana dengan Desa Ujung Gebang di Kecamatan Susukan, dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Pangenan dan Astana Japura.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Cor Beton Desa Terusan, Disambut Baik oleh Warga
2. Desa Japura Kidul:
Jalan poros kabupaten di desa ini rusak parah selama dua dekade dan menjadi simbol kelumpuhan infrastruktur.
Dampak dan Protes Warga
Kecelakaan:
2. Desa Japura Kidul:
Jalan poros kabupaten di desa ini rusak parah selama dua dekade dan menjadi simbol kelumpuhan infrastruktur.
Dampak dan Protes Warga
Kecelakaan:
Baca Juga: TMMD di Desa Sende Difokuskan pada Pembangunan Jalan Sepanjang 584 Meter
Jalan yang licin dan penuh kubangan lumpur sering menyebabkan warga jatuh dan mengalami kecelakaan, terutama pada pagi hari.
Protes:
Warga Japura Kidul bahkan sempat menutup akses jalan dan melakukan aksi mandi lumpur untuk memprotes penanganan yang tidak kunjung datang.
Jalan yang licin dan penuh kubangan lumpur sering menyebabkan warga jatuh dan mengalami kecelakaan, terutama pada pagi hari.
Protes:
Warga Japura Kidul bahkan sempat menutup akses jalan dan melakukan aksi mandi lumpur untuk memprotes penanganan yang tidak kunjung datang.
Baca Juga: Pemkab Cirebon dan Pemprov Komitmen Selesaikan Jalan Rusak di Wilayah Cirebon Timur
Upaya Penanganan
Prioritas Pembangunan:
Pemerintah Kabupaten Cirebon menjadikan penanganan infrastruktur jalan sebagai prioritas pembangunan, terutama di wilayah Cirebon Timur.
Upaya Penanganan
Prioritas Pembangunan:
Pemerintah Kabupaten Cirebon menjadikan penanganan infrastruktur jalan sebagai prioritas pembangunan, terutama di wilayah Cirebon Timur.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Cor Beton Desa Terusan, Disambut Baik oleh Warga
Anggaran Terbatas:
Penanganan kerusakan jalan di Cirebon tahun 2025 dianggarkan sekitar Rp 150 miliar, tetapi hanya cukup untuk memperbaiki 40-50 kilometer jalan karena keterbatasan anggaran.
Perbaikan Beberapa Ruas:
Anggaran Terbatas:
Penanganan kerusakan jalan di Cirebon tahun 2025 dianggarkan sekitar Rp 150 miliar, tetapi hanya cukup untuk memperbaiki 40-50 kilometer jalan karena keterbatasan anggaran.
Perbaikan Beberapa Ruas:
Baca Juga: KPK Tangkap Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting Jadi Tersangka Suap Proyek Jalan Rp231 Miliar
Tiga ruas jalan utama di Cirebon Timur akan segera diperbaiki dengan alokasi anggaran yang sudah ditetapkan, yaitu Sindanglaut - Pabuaran, Gebang Ilir - Walet, dan Kalipasung–Serang.
Tiga ruas jalan utama di Cirebon Timur akan segera diperbaiki dengan alokasi anggaran yang sudah ditetapkan, yaitu Sindanglaut - Pabuaran, Gebang Ilir - Walet, dan Kalipasung–Serang.
Salah satu warga sekitar, Andi mengaku, sudah bosan melihat kondisi jalan yang menjadi jalur utama masyarakat. Terlebih lagi, ia menyebut, Bupati Cirebon, Imron sempat mengatakan perbaikan jalan pada bulan Juli 2025. Namun hingga saat ini perbaikan pun tidak kunjung dilakukan.
"Waktu itu Pak Bupati bilangnya bulan Juli, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan," ungkapnya, Jumat (22/8/2025).
Sementara itu, Euis yang juga sering melintas di jalan rusak tersebut mengatakan, kondisi jalan rusak kerap mengganggu aktivitasnya.
"Ya mau berangkat ke mana-mana lama, soalnya jalan rusak parah," terangnya.
Terlebih, iya menyampaikan, kondisi jalan akan lebih parah saat terjadi hujan yang membuat jalan semakin licin.
"uuh, kalo udah hujan, parah banget jalannya, lubangnya bisa ngga keliatan," ujarnya.
Masyarakat Kabupaten Cirebon berharap kepada Pemerintah tidak hanya mengeluarkan kata-kata janji manis saja. Keluhan jalan rusak di Kabupaten Cirebon tak terselesaikan sampai saat ini.
**
Artikel Terkait
Keluhan Petani Tebu ke DPR: Stok Gula 100 Ribu Ton Mandek, Impor Dinilai Serampangan
Daftar 27 Pemain Timnas Indonesia Hadapi Kuwait dan Lebanon, Ole dan Paes Tak Masuk Skuad
Terlapor Persetubuhan Anak Gugat Orang Tua Korban Atas Pencemaran Nama Baik
Update KPK soal OTT Wamenaker: 14 Orang dan 22 Unit Kendaraan Telah Diamankan