Kini Terungkap Isi Percakapan Trump dan Prabowo via Telepon Tentang Tarif Ekspor RI ke AS

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 17 Juli 2025 | 07:15 WIB
Percakapan Prabowo tentang tarif ekspor 19 persen dengan Presiden AS Donald Trump (Instagram.com/@prabowo)
Percakapan Prabowo tentang tarif ekspor 19 persen dengan Presiden AS Donald Trump (Instagram.com/@prabowo)

FAJARNUSA.COM - Sedang ramai diperbincangkan sebagian publik Tanah Air terkait Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengumumkan terkait kesepakatan tarif ekspor dagang dari Indonesia ke AS.

Sebelumnya, Trump menyatakan pengenaan tarif untuk produk ekspor RI ke AS sebesar 19 persen, sementara impor produk dari AS adalah nol persen atau tidak dikenai tarif sama sekali.

Perihal itu, kini terungkap isi obrolan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Donald Trump di balik kesepakatan tarif 19 persen itu.

Baca Juga: Ketika Anak-anak Kota Cirebon Jadi Topik Serius di Kala Sarapan Pagi bersama Wali Kota Cirebon

Hal itu dituturkan Prabowo melalui unggahan Instagram pribadinya @prabowo pada Rabu, 16 Juli 2025. 

Terlihat, Prabowo mengunggah momen saat berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump via telepon, tentang arah hubungan perdagangan Indonesia dan AS.

"Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Donald Trump," tulis Prabowo.

Prabowo mengungkap isi percakapan dengan Trump itu akan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Baca Juga: Menapak Jejak Dakwah Islam di Jembrana: Wisata Religi ke Makam Buyut Lebai dan Ustaz Ali Bafaqih

"Kami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar," ungkapnya.

Di akhir keterangannya, Prabowo menyebut adanya salam hangat dari Trump untuk warga RI.

"Presiden Trump menyampaikan salam hangatnya kepada seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.

Baca Juga: Kejagung Temukan Grup WhatsApp Mas Menteri Core Team, Dibuat Dua Bulan Sebelum Pelantikan Nadiem Makarim

Sebelumnya, Trump telah mengirimkan surat tarif ke sejumlah negara mitra dagang selama sepekan terakhir, menjelang tenggat bea masuk lebih tinggi pada 1 Agustus 2025 mendatang.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X