Upaya Disbudpar Kabupaten Cirebon Populerkan Batik Ciwaringin

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 27 Mei 2025 | 15:34 WIB
Dalam rangka Koleksi Kajian Pengembangan Museum Pangeran Cakrabuwana, Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Batik dan Digital Augmented Reality (AR) pada Selasa (27/5/2025). (Dokumentasi)
Dalam rangka Koleksi Kajian Pengembangan Museum Pangeran Cakrabuwana, Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Batik dan Digital Augmented Reality (AR) pada Selasa (27/5/2025). (Dokumentasi)

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Dalam rangka Koleksi Kajian Pengembangan Museum Pangeran Cakrabuwana, Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Batik dan Digital Augmented Reality (AR) pada Selasa (27/5/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Panggung Seni Budaya Disbudpar Kabupaten Cirebon ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan budaya dan pariwisata di Kabupaten Cirebon.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad, menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon terus berupaya mengampanyekan nilai-nilai kearifan lokal di berbagai bidang, seperti fesyen, kuliner, dan destinasi wisata.

Baca Juga: Gaduh di Medsos Pembangunan Stairlift di Candi Borobudur Menyambut Kunjungan Presiden RI dan Prancis, Ini Kata Istana

Abraham mengaku, Pemkab Cirebon terus meracik strategi agar kearifan lokal Kabupaten Cirebon bisa lebih berkembang dan dikenal di seluruh pelosok negeri.

“Salah satunya melalui Seminar Batik Ciwaringin ini. Karena batik Ciwaringin itu berbeda dengan yang lain,” ucap Abraham.

Ia menyebut, Batik Ciwaringin menggunakan pewarna alami. Artinya, produksi Batik Ciwaringin ramah lingkungan.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Pemerintah Klaim 95 Persen Jemaah dari Indonesia di Tanah Suci Sudah Terima Kartu Nusuk

Proses pewarnaan batik asli Kabupaten Cirebon ini menggunakan ekstrak tumbuhan, seperti mahoni dan daun nila.

“Mungkin ini kelihatannya biasa saja. Tapi pewarnanya ini asli dari alam, dari tumbuh-tumbuhan,” ungkap Abraham.

Lebih lanjut, Abraham menjelaskan, Batik Ciwaringin sejatinya kerap ditampilkan di pameran-pameran di berbagai daerah. Respons masyarakat juga sangat baik terhadap Batik Ciwaringin.

Baca Juga: Soal Menko Airlangga Ungkap Rencana Diskon Tarif Listrik, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mengaku Tak Tahu

“Ke depan, kita ada di event-event. Seperti kalau dapat undangan dari Pekalongan, Jogja (Yogyakarta), Bali, dan Kalimantan, nanti kita suguhkan ini (Batik Ciwaringin). Waktu saya beli juga adanya di Bekasi, orang Cirebon juga di sana ikut pameran dan festival,” tuturnya.

Ia menjelaskan, harga yang dibanderol Batik Ciwaringin tentunya sesuai dengan kualitas. Sebab, proses yang alami menjadikannya sebagai produk khas yang otentik.

“Kita terus berupaya mengenalkan Batik Ciwaringin. Harapan saya, ke depan, tak hanya infrastruktur tapi kearifan lokalnya juga maju,” tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X