Sekolah Rakyat yang merupakan program Presiden RI Prabowo Subianto akan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial RI ini memanfaatkan bangunan eks Wisma Haji Indramayu yang berada di Jalan Olahraga. 

Bangunan Wisma Haji yang selama ini tidak digunakan, diusulkan oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim ke Kementerian Sosial untuk dapat dialihfungsikan menjadi Sekolah Rakyat. Gayung pun bersambut, Kementerian Sosial langsung merespon dan menyetujui usulan tersebut. 

Baca Juga: Komnas HAM Soroti Pelibatan Sipil dalam Insiden Garut, Begini Respons TNI AD

Rencana itu pun sudah sampai ke Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, pihaknya langsung meninjau bangunan Wisma Haji Indramayu untuk melihat secara langsung kondisi bangunan yang segera dioperasikan tersebut. 

Menurut Muhaimin, bangunan Wisma Haji Indramayu hanya tinggal dilakukan perbaikan di beberapa bagian dan kini tengah dilakukan perhitungan oleh Kementerian PU. Bangunan Wisma Haji Indramayu tergolong masih baru bahkan kamar-kamar desainnya sangat nyaman dengan kamar mandi berada di kamar tidur. 

"Tadi saya sudah lihat langsung bangunannya masih bagus, ini tinggal dilakukan perbaikan beberapa bagian," tegas Cak Imin.

Baca Juga: Mulai 5 Juni, Pekerja Bergaji di Bawah Rp 3,5 Juta Akan Terima Bantuan Subsidi Upah

Sementara itu Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pendirian Sekolah Rakyat merupakan komitmennya yang dibangun bersama pemerintah pusat sebagai upaya untuk pemerataan hak pendidikan bagi masyarakat. 

Menurut Lucky, dengan adanya Sekolah Rakyat maka masyarakat yang tidak mampu tetap akan mendapatkan akses jaminan pendidikan. Selain itu, para siswa juga akan diberikan penginapan termasuk akomodasi dan lainnya. 

Jenjang pendidikan yang akan dilaksanakan di Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Indramayu ini merupakan jenjang SMP dan disiapkan untuk 100 siswa dengan 4 rombongan belajar (rombel/kelas) yang masing-masing kelas sebanyak 25 orang. 

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 6 Insentif Ekonomi Mulai 5 Juni 2025, Targetkan Dorong Pertumbuhan Kuartal II dan III

"Kita siapkan untuk 100 siswa terutama dari keluarga tidak mampu. Tahun ajaran baru ini kita harapkan sudah ada siswanya. Sedangkan gurunya disiapkan oleh Kemensos. Paling lambat Agustus ini sudah beres," kata Lucky Hakim.***