Imbas Jumlah Pengunjung Turun, Direktur Taman Safari Ingin Mediasi dengan Korban Dugaan Kekerasan OCI

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 30 April 2025 | 16:48 WIB
Direktur Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau. (YouTube.com / Kang Dedi Mulyadi Channel)
Direktur Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau. (YouTube.com / Kang Dedi Mulyadi Channel)

FAJARNUSA.COM -- Taman Safari Indonesia (TSI) memenuhi panggilan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi untuk mengikuti rapat bersama membahas dugaan kekerasan terhadap mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) di kawasan Balai Kota Depok, Jabar, pada Selasa, 29 April 2025.

Dalam kesempatan itu, Direktur TSI, Aswin Sumampau menuturkan pihaknya telah berusaha memahami gugatan yang dilayangkan sejumlah eks pemain sirkus.

Sebelumnya diketahui, para eks pemain sirkus itu ada yang mengaku tidak mengetahui keberadaan orang tuanya hingga tidak diberikan hak yang layak semasa bekerja di lingkungan OCI Taman Safari.

Baca Juga: Danantara akan Kelola Kawasan GBK, Direncanakan untuk Jadi Aset yang Produktif dan Bisa Menghasilkan

Terkini, Aswin menilai gugatan yang dilayangkan eks pemain sirkus ke Komnas HAM itu dituduhkan kepada personal atau oknum, bukan terhadap perusahaannya.

Direktur TSI itu kemudian berharap adanya mediasi dengan pihak korban dugaan kekerasan di lingkungan OCI Taman Safari.

"Kami sebenarnya sudah memulai mediasi yang sebelumnya agak stuck seperti itu," tutur Aswin sebagaimana dilansir dari YouTube Dedi Mulyadi yang tayang pada Selasa, 29 April 2025.

Baca Juga: Buka Muskab ESport, Bupati Lucky Hakim Berharap Indramayu Cetak Altet Nasional

"Saya harapkan dengan adanya Kang Dedi pada hari ini, tim pengacara hukum eks OCI dan juga korban-korban, ini bisa bertemu di suatu titik tengah untuk menjadi solusi," terangnya.

Imbas dari gugatan yang kini viral di media sosial (medsos) itu, Aswin mengungkap adanya penurunan jumlah pengunjung TSI.

"Sekarang sudah cukup besar (penurunan kunjungan), saya tidak bisa membuka, jadi saya rasa sangat terdampak," tutur Aswin.

"Pasti teman-teman juga lihat dari sisi hashtag dan sebagainya, sangat-sangat terdampak, apalagi kerja sama antara perusahaan dan lainnya," tungkasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X