Viral Dokter Kandungan di Garut Lakukan Pelecehan Seksual saat Periksa USG pada Pasien

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 15 April 2025 | 13:29 WIB
Ramai dugaan pelecehan seksual dilakukan dokter kandungan di Garut. (Instagram/ppdsgramm)
Ramai dugaan pelecehan seksual dilakukan dokter kandungan di Garut. (Instagram/ppdsgramm)

FAJARNUSA.COM -- Dunia kedokteran kembali tercoreng dengan perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh oknum dokternya.

Belum selesai kehebohan karena kasus pemerkosaan anak pasien yang dilakukan dokter PPDS di RSHS Bandung, kini muncul kasus lain yang menyeret seorang dokter kandungan di Garut, Jawa Barat.

Salah satunya diunggah oleh influencer kesehatan sekaligus dokter, Mirza Mangku Anom di Instagram pribadinya, beredar CCTV bukti dugaan pelecehan seksual.

Baca Juga: Wali Kota Cirebon Lantik PPPK dan CPNS Formasi 2024

Dalam video tersebut, terlihat oknum dokter tersebut sedang melakukan USG kepada pasien perempuan.

Namun, hal janggal terlihat ketika tangan kanan memegang alat USG dan tangan kiri dokter tersebut menelusup bagian dada pasiennya.

“Tolonglah, bekerja secara profesional dan bermartabat,” tulis dokter Mirza pada Instagram Story, Senin, 14 April 2025.

Baca Juga: Aksi Demo Driver Online Cirebon Bakar Ban Depan Kantor Grab

“Ini kok praktik ga didampingi perawat/bidan sih?” tulisnya lagi.

 Ia juga menyoroti tindakan dokter dalam video yang terlihat meraba area dada pasien ketika sedang melakukan pemeriksaan.

“Terus itu tangannya sampai masuk-masuk ke situ, jika memang ada pemeriksaan di area bawah payudara kan bisa minta pasiennya sendiri yang menaikkan atau bisa minta ke perawat/bidan,” imbuhnya.

Baca Juga: Danpuspenerbal Pimpin Sertijab Tiga Komandan Pangkalan Udara TNl AL

“Dan durasi video tadi lama lho, jadi ga bisa dikatakan ketidaksengajaan,” ujarnya.

Dalam unggahan lainnya, dokter Mirza menunjukkan tangkapan layar dengan netizen yang mengklaim bahwa oknum dokter tersebut sudah ramai jadi perbincangan di Garut.

“Udah rame dia di Garut, Dok, tapi entah kenapa masih ada praktiknya di klinik kecil,” tulis netizen tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X