IJTI Kecam Keras Aksi Teror Kepala Babi Kepada Wartawan Tempo, Cederai Kebebasan Pers

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 11:11 WIB
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, mengecam aksi teror kepala babi kepada wartawan Tempo saat konferensi pers (Istimewa)
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, mengecam aksi teror kepala babi kepada wartawan Tempo saat konferensi pers (Istimewa)

FAJARNUSA.COM (Jakarta) – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengecam keras aksi teror berupa kiriman kepala babi yang ditujukan kepada wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana. (21/3)

Tindakan tersebut merupakan bentuk intimidasi yang tidak hanya mengancam keselamatan jurnalis, tetapi juga mencederai kebebasan pers di Indonesia.

IJTI menilai bahwa aksi ini adalah perbuatan barbar yang bertujuan menebar ketakutan di kalangan insan pers. Kebebasan pers merupakan pilar utama demokrasi, dan segala bentuk teror terhadap jurnalis adalah ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi di negeri ini.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Sampaikan LKPJ 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD

Sehubungan dengan itu, IJTI menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam keras aksi teror ini sebagai tindakan biadab yang mengancam kemerdekaan pers dan demokrasi di Indonesia.

2. Mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas, menangkap, dan menindak tegas pelaku teror agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: JBL Karaoke Tetap Buka saat Ramadan, Kapolres Sumenep Hanya Janji Manis

3. Menegaskan bahwa aksi tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kebebasan pers dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan.

4. Mengajak seluruh jurnalis dan organisasi pers untuk memperkuat solidaritas dan konsolidasi dalam menjaga kemerdekaan pers dari segala bentuk ancaman.

IJTI menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi aksi teror terhadap jurnalis. Kami akan terus berdiri bersama seluruh insan pers dalam menjaga kebebasan dan independensi jurnalisme di Indonesia. **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X