Insiden Banjir di Bandung: 4 Kecamatan Terendam Akibat Luapan Citarum-Cikapundung

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 10 Maret 2025 | 16:15 WIB
Potret video amatir bencana banjir di Bandung, Jawa Barat (X.com/@KafiKurnia)
Potret video amatir bencana banjir di Bandung, Jawa Barat (X.com/@KafiKurnia)

FAJARNUSA.COM (BANDUNG) -- Terjadi peristiwa bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 9 Maret 2025.

Terkini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mencatat sebanyak 8.043 unit rumah di 4 wilayah kecamatan terendam banjir.

Bencana banjir di Kabupaten Bandung itu juga menyusul tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska mengklaim ribuan rumah terendam itu diakibatkan oleh meluapnya Sungai Cikapundung Kolot seiring dengan intensitas hujan yang tinggi.

Baca Juga: Bupati Imron: Pembinaan ABH Perlu Sinergi Semua Pihak

"Kami telah melaksanakan pendataan serta monitoring ke wilayah terdampak banjir di empat kecamatan yang meliputi Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah dan Margahayu," tutur Uka kepada awak media di Kabupaten Bandung, Minggu, 9 Maret 2025.

Selain rumah warga setempat yang terdampak banjir, terdapat 6 sekolah, 19 tempat ibadah dan 13 unit fasilitas umum yang tergenang banjir luapan Sungai Citarum dan Sungai Cikapundung.

"Tanggul Sungai Cikapundung Kolot jebol akibat hujan dengan intensitas deras," ungkap Uka.

Baca Juga: Jumlah Kekayaan Fantastis Ade Yasin, Mantan Bupati Bogor Sekaligus Mantan Terpidana Korupsi yang Beri Izin Pembangunan Eiger Adventure Land

"Sehingga berdampak ke anak Sungai Citarum yang membuat back water air tidak mampu masuk ke Citarum, sehingga terjadi luapan," tambahnya.

Di sisi lain, dampak banjir dengan ketinggian 10-160 cm itu juga telah mengakibatkan sebanyak 246 KK atau sekitar 635 jiwa mengungsi ke tempat aman.

"Kami telah mendirikan tenda pleton yang aman dari banjir. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesehatan para pengungsi," terang Uka.

Baca Juga: Temukan Temuan Pemangkasan MBG, KPK Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Uka juga menuturkan, terkini pihaknya telah melakukan distribusi bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan layanan pembersihan ke lokasi terdampak banjir.

"Untuk penanganan korban banjir itu, dibutuhkan alat kebersihan, sembako, air mineral, terpal, matras dan selimut," tandasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X