Intensitas Musim Penghujan Tinggi, DPRKP Kota Cirebon Siap 24 jam Melayani Masyarakat Kegawatdaruratan Pohon Tumbang

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 5 Desember 2024 | 05:35 WIB
Penanganan pohon tumbang oleh DPRKP Kota Cirebon berkolaborasi dengan BPBD (Dok. DPRKP Kota Cirebon)
Penanganan pohon tumbang oleh DPRKP Kota Cirebon berkolaborasi dengan BPBD (Dok. DPRKP Kota Cirebon)

FAJARNUSA.COM (CIREBON) -- Pada situasi cuaca musim penghujan sekarang ini dengan intensitas yang sudah lumayan tinggi, hampir setiap hari mengalami hujan.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait dengan kedaruratan penanganan pohon tumbang.

Dijelaskan Wandi Sofyan, selaku Kepala DPRKP Kota Cirebon saat ditemui FajarNusa dikantornya, Rabu (4/12/2024), menjelaskan pihaknya sudah melakukan pencegahan tidak hanya saat musim penghujan tiba, DPRKP sudah melakukan pemeliharaan pohon-pohon yang berada di jalanan Kota Cirebon yang menjadi kewenangannya.

Baca Juga: Hak Kesetaraan Bagi Penderita HIV Memperkuat Komitmen Bersama di Hari AIDS Sedunia Tingkat Kota Cirebon

Dokumentasi Pemeliharaan Pohon
Dokumentasi Pemeliharaan Pohon (Dok. DPRKP Kota Cirebon)


Tindakan perapihan dan pemeliharaan pohon dilakukan DPRKP Kota Cirebon secara rutin dan berkala. Selain kegawatdaruratan seperti pohon tumbang, lanjut wandi, pihaknya pun melayani pelaporan masyarakat sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat yang mengajukan perapihan.

"Kita melayani laporan masyarakat terkait perapihan pohon, seperti contoh pohon yang sudah keropos, pohon yang misalkan menghalangi akses keluar masuknya kendaraan, itu kami layani, kami lakukan perapihan," ujar Wandi.

Dengan keterbatasan tim dan prasarana yang dimiliki, DPRKP Kota Cirebon selalu siap 24 jam dalam melayani masyarakat terutama kegawatdaruratan seperti pohon tumbang.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan dan Aksesbilitas Bagi Disabilitas

Dari segi proporsi yang dirasa Wandi masih kurang memadai dalam melayani se- Kota Cirebon, diharapkan ada penambahan prasarana terutama adanya penambahan mobil crane dan personel.

Bahkan, sambung Wandi, pengangkutan sampah hasil pemangkasan pohon harus menggunakan mobil pickup yang biasanya digunakan untuk membawa personel dan itu butuh memakan waktu dikarenakan tidak bisa satu kali angkut. **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X