Ketua Bidang PTKP HMI KOM IP Bangkalan Ingatkan Janji Prabowo Pada Pendidikan di Negeri Ini

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 24 Oktober 2024 | 17:39 WIB
Sahrul Romadhon Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat Ilmu Pendidikan Bangkalan (Dani Febri / FajarNusa.com)
Sahrul Romadhon Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat Ilmu Pendidikan Bangkalan (Dani Febri / FajarNusa.com)

FAJARNUSA.COM (Bangkalan) -- 20 Oktober 2024 di Gedung MPR RI. Jenderal (HOR) (Purn) H. Prabowo Subianto telah resmi dilantik menjadi Presiden RI ke 8 masa jabatan 2024/2029.

Prabowo Subianto dalam pidato pertamanya menuturkan bangsa Indonesia harus berani mawas diri, menatap wajah sendiri, dan berani memperbaiki diri sendiri. Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengoreksi diri.

“Kita harus berani menghadapi kenyataan, Saudara saudara sekalian harus ngerti selalu sadar selalu bahwa bangsa yang merdeka ialah rakyatnya merdeka rakyat harus bebas ketakutan, rakyat harus bebas dari kebodohan, rakyat harus bebas dari penindasan," kata Prabowo.

Baca Juga: Kota Cirebon Masuk Empat Terbaik di Jawa Barat Verifikasi Penilaian Germas Tingkat Provinsi

Berbicara soal kesejahteraan dan kebebasan, HMI Komisariat Ilmu Pendidikan cabang Bangkalan mengingatkan Prabowo Subianto tentang masalah masalah pendidikan yang ada sampai saat ini dan masih belum terselesaikan dengan baik. Perlu kita ketahui pendidikan yang baik, terstruktur, maju ialah cerminan negara tersebut itu maju.

Sahrul Romadhon Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat Ilmu Pendidikan Bangkalan menegaskan, bahwasanya sistem pendidikan di negara kita ini masih dalam tahap berkembang belum maju, dengan indikator indikator masalah yang ada seperti: tata kelola pendidikan nasional masih berantakan, ketimpangan kesejahteraan terhadap tenaga pendidik (guru), kurangnya infrastruktur yang memadai terhadap sekolah.

Presiden Prabowo berkomitmen untuk memperbaiki kualitas pendidikan serta menaikkan kesejahteraan guru, memperkuat pendidikan, sains dan teknologi dalam pemerintahannya, Pemenuhan Gizi Balita.

Baca Juga: Kunjungan Anggota Madas Kwanyar ke Pondok Pesantren Ibnu Romly Batuampar Bangkalan

Prabowo pun mencanangkan bahwa kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan, komitmen pertama yakni Kebijakan penggajian diarahkan pada upah minimum provinsi (UMP) dengan gaji tertinggi mengacu pada jabatan profesional, meskipun pelaksanaan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan negara.

Komitmen kedua akan memperkuat pendidikan, sains dan teknologi Prabowo mengutarakan terkait kemajuan kualitas pendidikan akan terus ditingkatkan melalui pengembangan kualitas guru, pengembangan fasilitas pendidikan dan penyediaan pendidikan, termasuk menyediakan dana abadi pendidikan, dana abadi pesantren (untuk mencetak santri berkualitas unggul), dana abadi kebudayaan, dan dana abadi lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Inovasi akan lahir semangat dengan kemajuan di bidang tersebut. Untuk Itu, dana riset dan inovasi akan diupayakan mencapai 1.5 2.0% dari PDB dalam 5 tahun.

Baca Juga: Sukseskan Program Stunting, Desa Pamengkang Dapat Bantuan dari Kementerian PUPR

Kebijakan pemerintah yang mendukung pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi merupakan suatu keharusan dalam memperkuat kemandirian bangsa, komitmen ketiga menguatkan balita dengan maksimal gizinya.

Prabowo menegaskan konsep komitmen gizi ini mengirimkan bantuan gizi diberikan kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia, selain bantuan gizi kepada ibu hamil juga akan dilakukan edukasi parenting.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi keluarga. Program ini menargetkan lebih dan 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029, kata Sahrul.

Baca Juga: Rapat Kabinet Perdana, Prabowo Minta Para Menteri Kurangi Acara Seremonial dan Perjalanan Luar Negeri

Masih kata Sahrul, ia menyebutkan pada perdetik ini sistem pendidikan negara kita masih belum mendekati rata rata baik jika di persenkan masih 35% (kurang dari separuh seratus persen).

Mengingatkan, Presiden Prabowo Subianto sempat berjanji akan menaikkan level pendidikan ke yang lebih baik dan akan mensejahterakan guru guru yang masih belum ter sejahterakan oleh karena itu kami HMI Komisariat Ilmu Pendidikan Cabang Bangkalan, melalui Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan Pemuda, meminta tegas kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi sistem pendidikan dalam pemerintahan kemarin untuk perbaikan masa depan serta merealisasikan janji janjinya. (Dani Febri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X