Angka Stunting Kecamatan Indramayu Turun, Camat Indramayu Berbagi Cara Penanggulannya

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 6 Juni 2024 | 17:59 WIB
Foto bersama kader PKK Kecamatan Indramayu (Dok istimewa)
Foto bersama kader PKK Kecamatan Indramayu (Dok istimewa)

FAJARNUSA.COM (INDRAMAYU) - Upaya dan kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang dilaksanakan langsung Pemcam Indramayu dalam menurunkan angka stunting (gagal tumbuh pada balita) selama 8 kali dalam sebulan (Senin-Kamis), beberapa bulan terakhir ini membuahkan hasil yang menggembirakan, Kamis (06/05/24).

Turut hadir dalam kegiatan Camat Indramayu Indra Mulyana, Bidang Kesos Lilis Lestiawati, perwakilan Bappeda-Litbang Kabupaten Indramayu, Kader PKK Kecamatan Indramayu, Tim Gizi dari Puskesmas Margadadi dan Plumbon.

Dalam pembagian makanan penuh gizi pada anak terdampak stunting, Indra Mulyana memaparkan, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan 2 kaki dalam seminggu, bertujuan untuk penurunan stunting di Kabupaten Indramayu. Dirinya menyampaikan malnutrisi kronis pasca lahir merupakan penyebab rendahnya pengetahuan ibu tentang makanan sehat pada ibu hamil, bayi dan baduta, paparnya.

Baca Juga: Tidak Puas Atas Pelayanan, PP Muhammadiyah Resmi Tarik Dana 13-15 Triliun di BSI, Dana CSR pun Jadi Sorotan

"Oleh karena itu, Kecamatan Indramayu melaksanakan tindak lanjut seperti pelatihan pada kader Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan meningkatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi kepada keluarga (KIE), serta meningkatkan status gizi balita melalui peningkatan ASI eksklusif, pemberian intervensi gizi protein hewani (telur, susu, ikan, ayam, dll) untuk semua balita sebagai upaya pencegahan stunting,” tutur Indra.

Dengan terus menerus kita galakan kegiatan kudapan pemenuhan gizi 2 kali seminggu dan 8 kali dalam sebulan kepada anak terdampak stunting agar bisa secara langsung memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak tersebut, hingga tercapainya Indramayu zero stunting.

Kegiatan tersebut merupakan Program Orang Tua Asuh Anak Stunting (OTAAS), dengan dilakukannya pemberian secara langsung makanan tambahan kepada  balita stunting yang didampingi orangtuanya, dan di bimbing oleh kader PKK serta tim gizi dari pihak puskesmas.

Baca Juga: Negeri Asing Itu Bernama KULONPROGO, Bupati Hasto tak Setenar Kang Emil dan Bu Risma

Penurunan angka anak yang terdampak stunting, hasil kerja keras dari seluruh stakeholder yang menjadi orang tua asuh agar terlaksana Indramayu Bermartabat. (Herman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X