FAJARNUSA.COM — Seorang ibu berinisial N (43) diduga membuang dan membunuh anaknya, MR (13), dengan kondisi tangan terikat hingga meninggal di saluran irigasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Paman dan kakek korban turut terlibat dalam kasus ini. Peristiwa ini menambah panjang kasus pembunuhan yang pelakunya masih keluarga korban.
Muhammad Rauf (13) yang ditemukan tewas di aliran irigasi Blok Sukatani, Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga dibunuh ibu kandungnya. Untuk kepentingan penyelidikan, saat ini polisi tengah memeriksa ibu kandung, kakek, dan paman korban.
Baca Juga: Sadis! Pelajar SMK Negeri 5 Padang Dibacok Oleh OTK, Luka Hingga Puluhan Jahitan
Saat ditemukan, kondisi korban pembunuhan ini sangat mengenaskan. Kedua tangan korban terikat ke belakang, dan ada bekas luka bacok di bagian belakang kepala.
Kepala Kepolisian Resor Indramayu Ajun Komisaris Besar Fahri Siregar mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula ketika warga menemukan mayat anak laki-laki di saluran irigasi Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Indramayu, Rabu (4/10/2023) pukul 09.00.
Jajaran Kepolisian Sektor Anjatan yang menerima laporan itu langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah TKP, polisi mengidentifikasi korban adalah MR, warga Desa Parigimulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jabar.
Baca Juga: Paul Pogba Tidak Lolos Tes Doping Terancam Hukuman 4 Tahun
Demi kepentingan penyelidikan, penyidik dari kepolisian telah memasang garis polisi di kediaman korban.
Dari keterangan sejumlah saksi, korban ditemukan tewas terbunuh pada Rabu (4/10/20230). Pada Selasa (3/10/2023) malam, ibu kandung korban sempat meminjam motor tetangga. Ayah korban, Dirno mengatakan, antara dirinya dan ibu korban telah lama bercerai.
Korban selama ini tinggal bersama ibunya. "Saya terakhir bertemu dengan korban satu tahun lalu di Indramayu," ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Berikan Asuransi Kepada Petani Jabar Yang Alami Gagal Panen Akibat Kekeringan
Berdasarkan keterangan N, korban masih hidup sebelum dibuang dan tenggelam di saluran irigasi. Hasil otopsi menunjukkan, terdapat banyak pasir yang masuk ke saluran pernapasan korban.
Selain pengakuan N, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti, seperti bercak darah di rumah tersangka, tongkat, serta gergaji, yang mengarah pada N, W, dan S.
Polisi pun telah menahan ketiga tersangka. Adapun motif pembunuhan terhadap anak putus sekolah itu masih dalam penyidikan polisi.
Artikel Terkait
FIFA Catat Sejarah Baru Piala Dunia 2030 Digelar di 6 Negara dan 3 Benua
Bus Rombongan Study Tour SMP N 3 Depok Alami Kecelakaan Di Cipali, Kadisdik: Alhamdulillah Masih Selamat
Mobil Pick Up Angkut Barang Elektronik Nyemplung Ke Kali Di Depok
KPK Tetapkan Mantan Walikota Bima Tersangka Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa, Inisial MLI Terima Rp8,6 Miliar