Viral! Guru SMA Satu Ini Rasis, Sebut Muridnya Anak Petani Hingga Ada Yang Berani Melawan

photo author
M. Aldi Priambudi, Fajar Nusa
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 20:42 WIB
Sebuah tangkapan layar dari video viral menunjukkan seorang guru di SMA Takalar, Sulawesi Selatan, berbicara kepada seorang murid yang berdiri di depannya. (Foto: Instagram/@folkshitt)
Sebuah tangkapan layar dari video viral menunjukkan seorang guru di SMA Takalar, Sulawesi Selatan, berbicara kepada seorang murid yang berdiri di depannya. (Foto: Instagram/@folkshitt)

FAJARNUSA.COM—Video seorang guru SMA di Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi viral karena dituduh menghina seorang murid yang berasal dari keluarga petani.

Dalam video tersebut, sang guru yang disebut berinisial A-T terlihat berada di ruang kelas, berbicara kepada seorang murid yang berdiri di depannya.

Guru tersebut menyebut muridnya sebagai anak petani dan mengatakan bahwa dia bukan anak panglima.

Baca Juga: Tersangka Anak Anggota DPR Resmi di Tangkap, Pada Kasus Penganiayaan Wanita Muda di Surabaya

Video tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @terang media pada Jumat (6/10/2023), dengan durasi video sekitar 1 menit 35 detik.

Ketika perekam video memberikan respons atas hinaan guru tersebut, sang perekam berkata, "Pak, jangan bawa-bawa petani, Pak. Mentang-mentang bapak guru, jangan bawa-bawa petani."

Bahkan terdengar suara seseorang yang menangis setelah guru tersebut menghina profesi petani.

Baca Juga: KPK Tetapkan Mantan Walikota Bima Tersangka Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa, Inisial MLI Terima Rp8,6 Miliar

Kejadian ini membuat suasana di dalam kelas menjadi sangat tegang, dengan beberapa siswa yang melawan sikap guru tersebut.

Setelah insiden ini, guru tersebut keluar dari ruangan, diikuti oleh para siswa yang marah.

"Pak jangan bawa-bawa petani pak, mentang-mentang bapak guru jangan bawa-bawa petani," jawab sang perekam.

Baca Juga: Mobil Pick Up Angkut Barang Elektronik Nyemplung Ke Kali Di Depok

Video ini menciptakan beragam reaksi di media sosial, dengan beberapa orang memuji sikap para siswa yang melawan perlakuan guru dan menghargai profesi petani yang diejek oleh guru tersebut.

Setelah situasinya mulai mereda, guru yang tadinya marah akhirnya meminta para siswa untuk masuk kembali ke dalam kelas.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Takalar, Ilham, membenarkan kejadian ini setelah dia diberitahu oleh wakil kepala kurikulum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Aldi Priambudi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X