Selain itu, Wali Kota juga mendorong agar Rapat Kerja MUI menghasilkan program-program konkret, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ia menilai peran MUI sangat penting dalam mendukung penguatan ekonomi berbasis syariah, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, serta pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional.
"Kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga mampu mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Cirebon, KH Samsudin menyampaikan komitmen pihaknya untuk memperkuat visi pembangunan Kota Cirebon yang setara dan harmonis. Ia menjelaskan bahwa MUI telah menyiapkan berbagai program kerja yang terbagi dalam sembilan komisi untuk menjawab kebutuhan umat.
"Kami akan menguatkan visi Kota Cirebon yang setara, dengan berbagai program yang telah disusun dalam sembilan komisi. Salah satunya adalah Pendidikan Kader Ulama (PKU), sebagai upaya menyiapkan generasi penerus ulama di masa mendatang," ujarnya.
Menurutnya, program PKU menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan ulama, sekaligus memastikan nilai-nilai keislaman tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai Islam yang damai dan berkemajuan.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni, menghadirkan Islam yang damai dan berkemajuan. Mohon doa agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," tutupnya.***
Artikel Terkait
Rapat Kerja Forsesdasi Jawa Barat, Menuju Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan
Pj Bupati Cirebon Optimis Prestasi Tahun Ini Melejit, Dalam Rapat Kerja LPTQ 2025
Wakil Wali Kota Dukung Rapat Kerja PGPI 2025 untuk Perkuat Kerukunan Antarumat