FAJARNUSA.COM -- Seni Islami yang hidup di tengah masyarakat Kabupaten Bangkalan telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu wadah yang menjadi pendorong utama terjaganya seni ini adalah ISHARI NU Bangkalan.
Badan Otonom NU yang bergerak di bidang seni Islami ini tidak hanya berkembang pesat dari sisi jumlah kader, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan tradisi keagamaan dan budaya Islam di daerah ini.
Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Ketua Tanfidziyah ISHARI NU Bangkalan, KH. Makky Al Hamid, S.I.Kom., M.M., “ISHARI NU harus tumbuh dan berkembang sebagai seni sosial agama di Kota Bangkalan, mengikuti jejak para pendiri NU, terutama Syaichona Cholil Al Bangkalani.”
Baca Juga: Seorang Anak Muda Asal Sumenep Berhasil Pasarkan Bilambi, Rumput Laut Kering Jenis Saragassum ke Cina
Senada dengan apa yang diungkapkan Beliau, Sekretaris Pimpinan Cabang ISHARI NU Bangkalan, Ust. Nur Cholis Muid, juga menyampaikan saat menghadiri acara Gladenan Rutin Ishari Ancab Kwanyar, bahwa perkembangan ISHARI NU di Kabupaten Bangkalan tahun ini menjadi bukti nyata dari kekuatan seni Islami yang terus hidup di tengah masyarakat.
Dalam waktu relatif singkat, ISHARI NU Bangkalan berhasil menunjukkan kemajuan pesat dengan jumlah kader yang mencapai ribuan.
“ISHARI NU Bangkalan ini memiliki potensi besar, dengan 1.328 anggota aktif yang tergabung dalam kepengurusan. Mereka sering kali mewakili cabang dalam berbagai pagelaran ISHARI NU di tingkat Jawa Timur, membawa nama Bangkalan sebagai salah satu pusat kebangkitan seni Islami,” jelasnya.
Baca Juga: Serangga Hingga Ulat Sagu Bisa Jadi Menu MBG, Badan Gizi Nasional: Semuanya Tergantung Daerahnya
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa selain anggota aktif, terdapat sekitar 7.800 anggota pasif yang aktif dalam kegiatan rutin di musholla dan masjid, serta sering terlibat secara insidental dalam acara-acara sosial seperti pernikahan.
“Ini membuktikan bahwa ISHARI NU telah mengakar kuat di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai seni, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi keagamaan,” tambahnya.
Namun, Ust. Nur Cholis Muid menegaskan bahwa besarnya jumlah kader harus diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), penataan organisasi yang lebih profesional, serta pembinaan amaliyah ISHARI NU yang meliputi empat elemen utama: shalawat, rodad, ketrek, dan pukulan terbang.
Baca Juga: Kerja Sama dengan Pondok Pesantren KHAS Kempek, KAI Daop 3 Cirebon beri Diskon Tiket Kereta Api untuk Santri
Ia mengingatkan pentingnya kerja keras untuk menata jamiyah seperti ISHARI NU, yang diikuti oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
“Dalam ISHARI NU, tidak ada batasan usia. Semua bisa bergabung dan berkontribusi, tetapi justru ini menjadi tantangan tersendiri untuk memastikan organisasi berjalan teratur dan kader-kadernya memiliki kualitas yang mumpuni,” ujarnya penuh semangat.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya ikhtiar dalam memperkuat kaderisasi ISHARI NU. Salah satu strateginya adalah bersinergi dengan lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal seperti pesantren.
Baca Juga: Sri Mulyani Minta Maaf karena Coretax Masih Banyak Kendala, Meminta Masyarakat untuk Mengerti Masa Transisi yang Butuh Waktu
Menurutnya, jika seni Islami ini masuk ke pesantren dan menjadi bagian dari kurikulum ekstrakurikuler, ISHARI NU akan semakin kaya dan terus berkembang.
“Pesantren adalah benteng peradaban Islam dan budaya Nusantara. Jika ISHARI NU bersinergi dengan pesantren, kita tidak akan kekurangan kader yang siap bershalawat dengan seni rodad dan irama pukulan terbang yang khas. Ini adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan bersama,” tegasnya.
“ISHARI NU adalah cerminan dari seni Islami yang penuh makna. Dengan dukungan dari semua pihak, khususnya para tokoh Nahdliyin, saya yakin ISHARI NU Bangkalan akan menjadi teladan bagi daerah lain dalam menjaga dan mengembangkan tradisi seni Islami yang penuh keberkahan,” tutupnya penuh harap.
Baca Juga: Prabowo di India, Singgah ke Toko Buku Langganannya di New Delhi Kawasan Khan Market Bernama Bahrisons Booksellers
Pesan ini sekaligus menjadi ajakan bagi semua elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam memperkuat eksistensi ISHARI NU sebagai bagian tak terpisahkan dari khazanah budaya dan keagamaan di Kabupaten Bangkalan. (Fahrizal Rahman)
Artikel Terkait
Komunitas Magelang Bertauhid Resmi Diluncurkan, Dukung Dakwah dan Aksi Sosial di Magelang
Lestarikan Bahasa Daerah, Pemkot Cirebon Dukung Peluncuran Terjemahan Al-Quran dalam Bahasa Cirebon
Kapten Kyai Ilyas, Sosok Pahlawan dari Lumajang
Pondok Pesantren Al Mizan Gelar FGD, Gali Sejarah Islam di Cirebon Bersama UIN Siber Syekh Nurjati
Mengenal Pemimpin Awal Pemerintahan Lumajang (Refleksi Hari Jadi Lumajang Ke 769 Tahun)