Badko HMI Jatim dan MUI Jatim Gelar Silaturahmi Membahas Zero Lokalisasi di Jawa Timur

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 28 September 2024 | 15:37 WIB
Pengurus Badko HMI Jawa Timur dan MUI Jawa Timur (Dani Febri/FajarNusa.com)
Pengurus Badko HMI Jawa Timur dan MUI Jawa Timur (Dani Febri/FajarNusa.com)

FAJARNUSA.COM (SURABAYA) -- BADKO HMI Jawa Timur Periode 2024-2026  melaksanakan silaturahmi dengan MUI Jawa Timur. Pertemuan ini Bertempat di Kantor MUI Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Surabaya, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur, Jum'at (27/9/24).

Dalam pertemuan ini, berbagai isu krusial di jawa timur yang dibahas,  M.Yusfan Firdaus J selaku Ketua Umum Badko HMI Jatim  kalimat pembukanya menyampaikan “Silaturrahim dengan organisasi keagamaan seperti MUI penting dilakukan sebagai komitmen HMI Jawa Timur untuk terus mengawal agenda keummatan dan kebangsaan, apalagi Jawa Timur yang notabenenya dikenal sebagai provinsi dengan tingkat religiusitas warganya yg masih cukup tinggi.”

Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus MUI Jawa Timur, Kyai Ubaid, Kya Ainul Yaqin Dan Pengurus BADKO HMI Jawa Timur, Ketua Umum HmI Jawa Timur M.Yusfan Firdaus, Ketua Bidang Permberdayaan Ummat & Keagamaan, Ketua Bidang Agraria dan Maritim  Moh. Wildanul Jannah, Ketua Bidang Pemerintahan dan Kemitraan BUMD Satria Tauhid Arzisa,Wasekum bidang Arfan Hidayatullah,  Bidang PU Kholilirur Rahman, Ketua Bidang Retribusi dan Pajak Gufron Burhanuddin.

Baca Juga: Membangun Budaya Keselamatan, di HUT KAI ke 79 Daop 3 Cirebon Lakukan Uji Operasional Centralized Trafic Control (CTC)

Dalam sambutannya, M.Yusafan Firdaus J menyampaikan, kami mempunyai program porgam yang mana kita akan jalani di periode kami, khususnya program kami yang di Nahkodai oleh Bidang Pemberdayaan Ummat dan Keagamaan yakni Zero Lokalisasi.

“Dalam mengawal Pembangunan dan sumber daya daya manusia ke depan, BADKO HMI Jawa Timur mengedepakan, Kebangsaan dan Keummatan  yang merupakan bentuk kepedulian HMI terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Program ini akan mengedukasi masyarakat terkait bahayanya Lokalisasi dan membersihkam sarang maksiat di jawa timur, serta permasalahan lainnya.

Baca Juga: Desa Halimpu Dapat Bantuan Program Pertanian Modern dari Kementerian Pertanian

Harapannya, dari pertemuan ini dapat terjalin sinergi dengan MUI Jawa Timur serta Para Ulama dan Umara di jawa timur.

Moh. Agus Efendi, Ketua Bidang Pemberdyaan Ummat dan Keagamaan Jawa Timur, menambahkan, "Badko HMI Jawa Timur  yang baru akan mengawal Zero Lokalisasi, untuk meningkatkan Agar Jawa Timur bebas dari sarang maksiat sehingga Jawa Timur bersih. Insya Allah, ke depan kami akan mengadakan FGD  untuk memecahkan Persoalan Zero Lokalisasi akan menggunakan jalur-jalur Akademis,” tambahnya.

Sementara itu, lanjut Pemuda yang kerap di panggil Agus, menyatakan, “Dalam hal kami memiliki niat kuat dan tekat yang kuat untuk membasmi  Zero Lokalisasi, karena dampaknya sangat  besar masalah lokalisasi, mulai dari Sosial, agama, Kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Usai Bagikan Paket Makan Siang Gratis, FJC Kunjungi Rekan Jurnalis yang Sedang Sakit

Pengurus DPW MUI Jatim memberikan respon positif, “Saya sepakat dengan program Zero Lokalisasi di Jawa Timur harus ditangani secara bersama, karena benar apa yang di sampaikan oleh  teman-teman HMI, bahwa dampaknya sangat besar, mulai dari Sosial, Agama, Kesehatan.

“Harapannya kita dapat bersinergi dalam Progam yang diprioritaskan oleh HMI Jawa Timur, dengan adanya pertemuan ini, diharapkan sinergi antara BADKO HMI Jawa Timur dan Ulama Jawa Timur dapat terus terjalin dalam upaya membina Masyarakat  sehingga kedepannya Jawa Timur yang lebih baik,” tandasnya. **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bupati Dian Hadiri Cilimus Bershalawat Jilid 2

Sabtu, 13 September 2025 | 08:45 WIB

Dai Muda Unjuk Gigi, Semarakkan Maulid Nabi di Indramayu

Kamis, 11 September 2025 | 05:04 WIB
X