FAJARNUSA.COM (Cirebon) – Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat muslim setiap tahunnya, tepatnya pada tanggah 10 Dzulhijjah.
Pada hari itu juga dilaksanakan ibadah kurban melalui proses penyembelihan hewan ternak seperti sapi dan kambing untuk dibagikan kepada sesama.
Tak hanya itu, Hari Raya Idul Adha adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperbanyak amalan sunnah karena fadhilah luar biasa yang terkandung di dalamnya.
Baca Juga: Pertama Kalinya Kemunculan Kate Middelton Dihadapan Publik Usai Dirinya di Diagnosis Kanker
Sebab waktu yang istimewa itulah maka hendaknya dapat kita manfaatkan dengan menjalankan amalan-amalan sunnah pada hari tersebut diiringi niat tulus dan mengharap pahala dari Allah SWT.
Merangkum dari laman NU Online, berikut adalah 6 amalan sunnah yang dapat dikerjakan pada Idul Adha 2024 sebelum hingga sesudah pelaksanaan sholat Idul Adha.
1. Mengumandangkan takbir
Baca Juga: DPC PDIP Indramayu Mantapkan Pilkada 2024 dengan Dukung Penuh Nina Agustina Sebagai Calon Bupati Indramayu
Mengumandangkan takbir di masjid-masjid, mushola dan rumah-rumah pada malam hari raya, dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Fitri dan sampai hari terakhir tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyriq.
Sebab pada malam tersebut kita dianjurkan untuk mengagungkan, memuliakan dan menghidupkannya. Sebagian ulama ahli fiqih ada yang memberi keterangan tentang beribadah di malam hari raya, yaitu dengan melaksanakan sholat maghrib dan isya’ berjamaah, sampai dengan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
2. Mandi untuk sholat Id sebelum berangkat ke masjid
Baca Juga: Tampilan Outfit BCL dan Tiko di Italia
Hal ini boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh, dikarenakan tujuan dari mandi adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar, maka mandi sebelum waktu berangkat adalah yang paling baik.
Berbeda jika mandinya setelah pertengahan malam maka kemungkinan bau badan akan kembali lagi, begitu juga kebugaran badan. Kesunnahan mandi adalah untuk semua kaum muslimin, laki-laki maupun perempuan, baik yang akan akan berangkat melaksanakan sholat Id maupun bagi perempuan yang sedang udzur syar’i sehingga tidak bisa melaksanakan sholat Id.
3. Memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak
Baca Juga: Dongkrak Industri Rotan, Pemkab Cirebon Akan Bangun Pusat Logistik Rotan, Pj Bupati: Semoga Terwujud
Pada hakikatnya hal-hal tersebut boleh dilakukan kapan saja, ketika dalam kondisi yang memungkinkan, dan tidak harus menunggu datangnya hari raya, misalnya saja seminggu sekali saat hendak melaksanakan sholat jumat.
4. Memakai pakaian yang paling baik lagi bersih dan suci jika memilikinya
Jika tidak memilikinya maka cukup memakai pakaian yang bersih dan suci, akan tetapi sebagian ulama’ mengatakan bahwa yang paling utama adalah memakai pakaian yang putih dan memakai serban.
Baca Juga: Sosialisasi SIORMAS, Kaban Kesbangpol Katakan Ormas Memiliki Peran Sesuai Undang-undang. Begini Harapannya
Berkaitan dengan memakai pakaian putih, ini diperuntukkan bagi kaum laki-laki yang hendak mengikuti jamaah sholat Id maupun yang tidak mengikutinya, semisal satpam atau seseorang yang bertugas menjaga keamanan lingkungan, anjurannya ini tidak dikhususkan bagi yang hendak berangkat sholat saja, melainkan kepada semuanya.
Sedangkan untuk kaum perempuan, maka cukuplah memakai pakaian yang sederhana atau pakaian yang biasa dipakai sehari-hari, karena berdandan dan berpakaian secara berlebihan hukumnya makruh, begitu juga menggunakan wangi-wangian secara berlebihan.
Selain itu dianjurkan juga berangkat lebih awal supaya mendapatkan shaf atau barisan depan, sembari menunggu sholat Id dilaksanakan ia bisa bertakbir secara bersama-sama di masjid dengan para jama’ah yang telah hadir.
Baca Juga: Sebanyak 354 Praja Madya Angkatan XXXII IPDN Magang di Kota Cirebon, Ini Pesan Pj Wali Kota Kepada Para Peserta
6. Makan setelah selesai melaksanakan sholat Id
Berbeda dengan hari raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan sholat Id. Pada masa Nabi SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, entah itu satu biji, tiga biji ataupun lima biji, karena makanan pokok orang arab adalah kurma. Jika di Indonesia makanan pokok adalah nasi, akan tetapi jika memiliki kurma maka hal itu lebih utama, jika tidak mendapatinya maka cukuplah dengan makan nasi atau sesuai dengan makanan pokok daerah tertentu.
Dengan demikian, anjuran makan pada hari raya Idul Adha adalah setelah selesai melaksanakan sholat Id, alangkah lebih baik jika memakan kurma sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, akan tetapi jika tidak mendapati kurma, maka boleh makan dengan yang lain, misalnya nasi yang disesuaikan dengan makanan pokok daerah tertentu.
Artikel Terkait
Sejarah Kurban Serta Kisah Ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT
Yayasan Al Istiqomah Santuni 75 Anak Yatim Piatu Jelang Idul Adha 1445 H
Makna Idul Adha dan Berapa Hari Idul Adha 2024 Dirayakan
Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Indonesia Mabit di Muzdalifah