FAJARNUSA.COM -- Lebaran 2025 diwarnai dengan tren unik yang tengah digandrungi masyarakat Indonesia, yaitu tarian THR atau yang juga dikenal sebagai ‘tarian pemanggil THR’.
Tarian ini mendadak viral di berbagai platform media sosial dan banyak ditirukan oleh masyarakat, terutama jelang Hari Raya Idulfitri.
Gerakan tarian THR cukup sederhana namun menarik perhatian.
Baca Juga: Disalatkan Dulu di Masjid Istiqlal Sebelum Dimakamkan, Ini Hubungan Ray Sahetapy dan Masjid Istiqlal
Tarian ini dimulai dengan langkah kaki ke kanan dan ke kiri, dilanjutkan dengan lompatan kecil ke depan dan ke belakang, serta gerakan kaki yang dilakukan secara serempak.
Aksi joget ini banyak direkam dan dibagikan oleh pengguna media sosial karena dianggap menghibur dan menyenangkan.
Namun, di balik keseruannya, ternyata tarian THR menimbulkan perdebatan.
Baca Juga: Indonesia Berisiko Alami Resesi Setelah Tarif Impor Naik 32 Persen, Apa yang Harus Dilakukan?
Banyak yang menilai bahwa gerakan tarian ini memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan Tarian Hora sebuah tarian tradisional milik bangsa Yahudi.
Kesamaan gerakannya memicu berbagai reaksi dari publik.
Tarian Hora sendiri merupakan bagian dari tradisi budaya Yahudi yang telah ada sejak lama.
Tarian ini berasal dari rakyat Israel dan dikenal sebagai simbol kebahagiaan, persatuan, serta identitas budaya mereka.
Hora biasanya ditampilkan dalam formasi melingkar, sering kali diiringi lagu ikonik.
Dalam sejarahnya, tarian ini memainkan peran penting dalam membentuk identitas bangsa Yahudi, terutama saat pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Artikel Terkait
Syarat Driver Ojek Online Gojek dan Grab Dapat THR? Cek di Sini!
Korlantas Polri Klaim Kecelakaan dan Korban Meninggal Dunia Saat Arus Mudik Lebaran 2025 Jauh Menurun Dibanding 2024, Berikut Data-datanya
Sambut Arus Balik Lebaran 2025, Stasiun Cirebon Mulai Ramai
Dapatkan Promo Silaturahmi Mudik Lebaran, Mudik Lebih Hemat dengan Diskon 25 Persen