Diserang Ahmad Dhani, Ariel NOAH Mengaku Ingin Mempermudah Musisi Menyanyikan Lagunya

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 25 Maret 2025 | 11:44 WIB
Perseteruan Ariel NOAH dan Ahmad Dhani Soal Royalti (instagram.com/arielnoah dan dhaniperwakilanrakyat)
Perseteruan Ariel NOAH dan Ahmad Dhani Soal Royalti (instagram.com/arielnoah dan dhaniperwakilanrakyat)

FAJARNUSA.COM -- Di tengah panasnya perdebatan mengenai hak cipta dan royalti musik, Ariel NOAH akhirnya buka suara untuk menanggapi berbagai kritik, terutama dari Ahmad Dhani

Ariel menegaskan bahwa ia ingin menciptakan sistem yang lebih fleksibel bagi penyanyi yang ingin membawakan lagunya, tanpa harus terbebani oleh proses perizinan yang rumit.

Menurut Ariel, sistem direct license yang didukung oleh Ahmad Dhani masih belum memiliki regulasi yang jelas dan bisa menimbulkan masalah baru di industri musik.

Baca Juga: Kedapatan Obat Keras Dikantong Celana, Orang Tua Minta Kepolisian Tindak Penjual Kawasan Jakarta Timur Ditindak

"Sebagai pencipta lagu, saya ingin mempermudah orang lain untuk bisa menyanyikan lagu saya. Karena hal itu sesuai dengan semangat awal saya menciptakan sebuah lagu, yaitu untuk menghibur semua orang yang bisa terhibur oleh lagu itu," ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram.

Ariel juga menekankan bahwa negara perlu hadir dalam mengatur mekanisme hak cipta, agar tidak terjadi kebingungan dan perpecahan di kalangan musisi serta pencipta lagu.

"Jadi menurut saya yang paling penting sekarang adalah negara hadir untuk mengatur sementara waktu sampai undang-undang yang baru selesai direvisi dan LMK harus secepatnya memperbaiki kinerjanya," lanjutnya.

Baca Juga: Aksi Demonstrasi Revisi UU TNI di Surabaya Beberapa Mahasiswa Ditahan

Meskipun ia memahami bahwa sistem LMK saat ini masih memiliki banyak kekurangan, Ariel tetap yakin bahwa solusi terbaik adalah memperbaikinya, bukan menghapusnya.

Ariel mengungkapkan bahwa direct license mungkin bisa diterapkan oleh beberapa musisi tertentu, tetapi bukan pilihan yang ideal bagi semua pencipta lagu.

"Kalau untuk saya pribadi, sebagai pencipta lagu saya merasa tidak mampu untuk melaksanakan direct licensing seperti yang dibicarakan saat ini. Saya masih membutuhkan LMK untuk mendapatkan atau mengelola hak saya. Tentunya LMK yang kredibel dan bisa dipercaya," tegasnya.

Baca Juga: Arus Mudik Angkutan Lebaran 2025, H-7 Jumlah Kedatangan Penumpang Wilayah Daop 3 Cirebon Alami Peningkatan

Ariel juga menyoroti bahwa kekecewaan terhadap LMK tidak hanya dirasakan oleh pencipta lagu, tetapi juga oleh promotor pertunjukan.

"Saya berasumsi direct licensing ini muncul atas dasar kekecewaan para pencipta lagu kepada LMK yang berfungsi melaksanakan hak ekonomi mereka," katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa jika LMK bisa diperbaiki dan dikelola dengan lebih transparan, maka sistem ini masih bisa menjadi solusi yang lebih efisien dan adil bagi semua musisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X