FAJARNUSA - Tanpa Beban, FIFA dan PSSI Sumringah Pamer keseruan Fun Football Saat Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah.
Presdiden FIFA Gianni Ifantino dan Ketum PSSI Iwan Bule tampak tersenyum puas tanpa beban berbagi momen Fun Football di Stadion Madya.
Hal tersebut lantas memancing amarah netizen, mereka menilai apa yang dilakukan PSSI dan FIFA ditengah bertambahnya korban meninggal atas tragedi Kanjuruhan adalah hal yang memalukan, minim empati dan simpati.
"Potret tidak punya empati. Saat bertambahnya jumlah suporter yang meninggal justru yg dilakukan federasi adalah kegiatan bersenang senang. Memalukan," tulis salah satu netizen.
Pangeran Siahaan juga turut mengkritik Ketum PSSI Iwan Bule yang coba melegitimasi posisinya saat ini ditengah desakan publik yang kuat agar dirinya mundur dengan mempertontonkan soliditas PSSI dan FIFA dengan bermain bola bersama.
"Lebih besar kemungkinan PSSI yang ngajak Infantino main bola dibanding dengan sebaliknya. Ada jenius-jenius yang berpikir bahwa cara terbaik untuk menunjukkan legitimasi di tengah prahara adalah dengan bermain bola bersama" cuit @pangeransiahaan via akun twitternya.
Baca Juga: Mahfud MD sampaikan Bukti Kacaunya Sepakbola Nasional & Ungkap Biang Keladi Tragedi Kanjuruhan
Sebelumnya seharusnya pada 8 Oktober 2022, Iwan Bule dan Iwan Budianto diperiksa sebagai saksi Tragedi Kanjuruhan.
Namun Polda Jatim, menerima surat permohonan penundaan pemeriksaan yang dilayangkan PSSI. Dengan alasan ada kegiatan lainnya yang sdh dijadwalkan lama sehingga tak bisa ditunda.
Hal tersebut jelas kontras dengan kondisi para korban tragedi kanjuruhan yang tengah berduka dan menanti keadilan atas kelalaian PSSI dalam mengelola sepakbola nasional.
Baca Juga: PSSI Ungkap Tragedi Kanjuruhan Adalah Musibah, Netizen: MAY YOU BURN IN HELL!
Terbaru KOrban meninggal tragedi Kanjuruhan diinformasikan bertambah menjadi 133 orang usai Andi Setiawan yang sedang diraawat dirumah sakit RSUD Saiful Anwar, Malang meninggal dunia.
Saat ini, total korban berjujmlah 708 orang, dengan korban meninggal dunia 133 orang, korban luka-luka 575 orang. Rinciannya, luka ringan 507 orang, luka sedang 45 orang, dan luka berat 23 orang.***