FAJARNUSA - Pendapatan operasional Berkshire Hathaway mencapai $7,761 miliar pada kuartal ketiga, naik 20% dari periode tahun sebelumnya.
Konglomerat menghabiskan $1,05 miliar untuk pembelian kembali saham, sehingga total sembilan bulan menjadi $5,25 miliar.
Namun, perusahaan yang berbasis di Omaha itu juga menderita kerugian $10,1 miliar atas investasinya selama gejolak pasar kuartal ketiga.
Meskipun kekhawatiran akan resesi meningkat, Namun, pada hari pembukuan sabtu 5 November 2022 Berkshire Hathaway memperoleh keuntungan yang solid dalam laba operasi selama kuartal ketiga.
Melihat perkembangan tersebut konglo Warren Buffett terus membeli kembali sahamnya dengan kecepatan tinggi terhadap saham Berkshire Hathaway.
Pendapatan operasional Berkshire Hathaway mencakup keuntungan yang dihasilkan dari berbagai bisnis yang dimiliki oleh mereka seperti asuransi, kereta api dan utilitas - mencapai $7,761 miliar pada kuartal ketiga, naik 20% dari periode tahun sebelumnya.
Baca Juga: Aplikasi Update BI Checking Untuk Kamu yang Gak Bisa Lepas Dari Kredit dan Cicilan
Pendapatan investasi asuransi mencapai $1,408 miliar, naik dari $1,161 miliar setahun sebelumnya. Penghasilan dari bisnis utilitas dan energi perusahaan mencapai $ 1,585 miliar, naik dari $ 1,496 miliar dari tahun ke tahun. Namun, penjaminan asuransi menderita kerugian 962 juta, sementara pendapatan kereta api turun menjadi 1,442 miliar dolar dari 1,538 miliar dolar pada 2021.
Berkshire menghabiskan $ 1,05 miliar dalam pembelian kembali saham selama kuartal tersebut, sehingga total sembilan bulan menjadi $ 5,25 miliar. Laju pembelian kembali sejalan dengan $ 1 miliar yang dibeli pada kuartal kedua. Pembelian kembali jauh di bawah ekspektasi CFRA karena analisnya memperkirakan akan serupa dengan total $3,2 miliar pada kuartal pertama.
Namun, Berkshire memang membukukan kerugian bersih $2,69 miliar pada kuartal ketiga, dibandingkan dengan keuntungan $10,34 miliar setahun sebelumnya. Kerugian kuartalan sebagian besar disebabkan oleh penurunan investasi ekuitas Berkshire di tengah perjalanan rollercoaster pasar.
Baca Juga: Analisis SWOT dalam Perspektif Islam Dan Dalam Kehidupan
Berkshire menderita kerugian $ 10,1 miliar pada investasinya selama kuartal tersebut, membawa penurunan 2022 menjadi $ 63,9 miliar. Investor legendaris itu memberi tahu investor lagi bahwa jumlah kerugian investasi pada kuartal tertentu "biasanya tidak berarti."
Saham konglomerat macam Warent Buffett terus melonjak tahun ini usai pembukuan Berkshire Hathaway, dengan saham Kelas A turun sekitar 4% dibandingkan penurunan 20% pada S&P 500. Saham merosot 0,6% pada kuartal ketiga.
Artikel Terkait
Sidang Lanjutan Investasi Bodong Indosurya Hadirkan 8 Saksi
Demer Tegaskan Bukan Lagi Kita Perang Ideologi, Tapi Perang Ekonomi
Legislator Sebut Alasan Korupsi Tak Bisa Gunakan Restorative Justice
Profile Timnas Arab Saudi di Ajang Piala Dunia 2022
Profile dan Skuat Timnas Tunisia di Ajang Piala Dunia 2022 Qatar
Profile dan Skuat Timnas Maroko di Piala Dunia 2022 Qatar
Anggota DPR Dukung Polri Berbenah Soal Pembuatan SIM
Perang Rusia-Ukraina Jadi Kajian Matra Darat
Sosok Raja Haji Ahmad atau Raja Ali Haji Ulama Riau yang Jadi Google Doodle Hari ini
Bikin iri, ini Cerita Jerome Polin Saat Dipuji Yuta NCT, Kim Jungwoo: Mantap Jiwa!