bisnis

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Tertinggi Sejak 2022: Mengapa IHSG Belum 'Pesta'?

Jumat, 6 Februari 2026 | 12:51 WIB
Ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat tumbuh impresif sebesar 5,11 persen (YoY), melampaui ekspektasi pasar. (Summer (BPS) 2026, Dr Noviardi Ferzi)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kabar segar di awal tahun 2026. Ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat tumbuh impresif sebesar 5,11 persen (YoY), melampaui ekspektasi pasar. Bahkan, pada kuartal IV-2025, angka pertumbuhan menyentuh 5,39 persen, rekor terbaik dalam tiga tahun terakhir.

​Fundamental Solid, Konsumsi Domestik Jadi Motor

​Pengamat ekonomi Dr Noviardi Ferzi menilai capaian ini membuktikan fundamental ekonomi nasional tetap kokoh di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, lonjakan ini dipicu oleh dua faktor utama: konsumsi rumah tangga yang terjaga dan investasi (PMTB) yang tumbuh di atas 6 persen pada akhir tahun.

Baca Juga: Viral di CCTV, Kakak Adik Jambret Modus Tanya Alamat di Comal Pemalang Diringkus Polisi

​"Dunia usaha mulai ekspansif. Impor mesin produksi meningkat dan belanja pemerintah efektif menjaga daya beli. Ini sinyal positif bagi kapasitas industri masa depan," ujar Noviardi, Jumat (6/2/2026).

​Teka-teki IHSG: Ekonomi Meroket, Pasar Modal Malah 'Mager'

​Meski data makro menunjukkan performa gemilang, pasar saham (IHSG) belum merespons secara optimal. Noviardi menyoroti adanya "fase uji kepercayaan" dari investor global. Beberapa faktor penghambatnya antara lain:

Baca Juga: Kemensos Pastikan Kawal Rehabilitasi Longsor Cisarua Bandung Barat Hingga Tuntas

  • Arus Dana Asing: Masih adanya tekanan outflow (modal keluar).
  • Outlook Negatif: Revisi prospek Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.
  • Masalah Free Float: Rendahnya porsi saham publik pada emiten besar memicu volatilitas tinggi.

​Noviardi mendukung langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menaikkan aturan minimum free float menjadi 15%. "Ini langkah reformasi struktural untuk mengembalikan kepercayaan investor," tambahnya.

​Hilirisasi: Kunci Pertumbuhan Berkualitas

Baca Juga: Skandal 'Uang Pelicin' APBD Cirebon 2026: Rp55 Miliar Diduga Mengalir ke 'Ratu Tuyul' dan Oknum DPRD

​Satu catatan penting dari BPS adalah melemahnya kontribusi ekspor bersih. Noviardi mengingatkan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri. Tanpa nilai tambah, struktur ekspor Indonesia akan terus rentan karena bergantung pada harga komoditas mentah.

​Proyeksi 2026

​Ke depan, sektor perbankan dan konsumsi diprediksi tetap menjadi motor penggerak utama. Jika kepastian regulasi terjaga, target pertumbuhan ekonomi 2026 di atas 5,4 persen dinilai sangat realistis.

(**)

Tags

Terkini