bisnis

Ekonomi Indonesia Melejit di Akhir 2025: Rekor Tertinggi Sejak 2022, Ini Pemicunya!

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:57 WIB
Ekonomi Indonesia Q4-2025 Diprediksi Tumbuh 5,23%, Tertinggi Sejak Era Pandemi (Foto ilustrasi)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Ekonomi Indonesia diperkirakan bakal menutup tahun 2025 dengan catatan gemilang. Office of the Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tumbuh 5,23% secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025.

​Angka ini bukan sekadar angka biasa; jika terealisasi, ini akan menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal III-2022, saat Indonesia pertama kali bangkit kuat pascapandemi.

Belanja Pemerintah Jadi 'Mesin' Utama

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Jawab 10 Laporan Polisi Terkait 'Mens Rea': Dari Isu Gibran Hingga Materi Salat

​Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengungkapkan bahwa akselerasi belanja pemerintah dan pemulihan aktivitas investasi menjadi pilar utama di balik performa solid ini.

​“Belanja fiskal yang meningkat tajam di akhir tahun menjadi faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai level tertinggi sejak 2022,” ujar Andry.

Berdasarkan data, pengeluaran pemerintah melonjak 8,0% (yoy), jauh melampaui angka kuartal sebelumnya yang hanya 5,5%. Lonjakan ini dipicu oleh:

Baca Juga: Resmi, Jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP 2026: Bukan Penentu Kelulusan, Ini Fungsinya

  • Belanja Pegawai: Naik signifikan sekitar 40,0% (yoy).
  • Belanja Modal: Melonjak 44,2% (yoy) akibat percepatan proyek strategis nasional.
  • Bantuan Sosial (Bansos): Melejit 70,4% (yoy) untuk penanganan bencana di Sumatra dan menjaga daya beli masyarakat.

Stimulus Rp37,4 Triliun dan Konsumsi Rumah Tangga

​Pemerintah juga menyuntikkan stimulus fiskal sebesar Rp37,4 triliun melalui program magang, BLT, dan diskon libur akhir tahun. Dampaknya terasa langsung pada konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,0% (yoy).

Baca Juga: Siap-Siap, 4 Fenomena Astronomi Februari 2026: Ada Snow Moon hingga Gerhana Matahari

​Mandiri Spending Index mencatat peningkatan belanja mobilitas, didukung aktivitas ritel yang tumbuh rata-rata 5,0%, naik dari periode sebelumnya.

Sinyal Positif dari Sektor Investasi

​Tak hanya konsumsi, sektor investasi (PMTB) menunjukkan taji dengan proyeksi pertumbuhan 6,3% (yoy). Pulihnya sektor konstruksi dan lonjakan impor barang modal sebesar 22,9% menjadi indikator kuat bahwa sektor produktif kembali bergairah.

Baca Juga: Benarkah Full Moon Bikin Susah Tidur dan Cemas? Simak Fakta Medis di Balik Mitos Lunar Effect

​Meskipun sektor eksternal (ekspor) mengalami moderasi, tingginya angka impor justru dilihat sebagai sinyal positif kuatnya permintaan domestik.

Menanti Data Resmi BPS

​Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai 5,07%, lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2024 yang sebesar 5,03%.

​Kini, seluruh mata tertuju pada Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan akan merilis data resmi PDB kuartal IV dan realisasi tahun penuh 2025 pada 5 Februari 2026 mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini