bisnis

Perkuat Ketahanan Nasional, IFG dan KUPASI Dorong Literasi Asuransi sebagai Mitigasi Risiko Bencana

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:18 WIB
Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, secara resmi mendukung inisiatif literasi asuransi yang diinisiasi oleh Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI). (Dok IFG)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, secara resmi mendukung inisiatif literasi asuransi yang diinisiasi oleh Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI). Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan risiko nasional di tengah meningkatnya ancaman geologi dan hidrometeorologi di Indonesia.

​Dalam forum yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya mengecilkan protection gap (celah perlindungan) di tengah masyarakat. Dukungan ini juga melibatkan sejumlah anggota holding IFG, seperti Jasindo, Jasa Raharja Putera, dan Askrindo.

​Literasi Sebagai Fondasi Ekonomi

Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan, KAI Daop 3 Cirebon Tutup 16 Perlintasan Sebidang Ilegal Selama 2025

​Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa asuransi tidak boleh lagi dipandang sebagai produk yang "dipaksa jual", melainkan kebutuhan yang disadari oleh masyarakat.

“Asuransi perlu dipahami sebagai instrumen mitigasi risiko yang dibutuhkan masyarakat dan dibeli secara sadar. Ini sejalan dengan komitmen IFG untuk Melayani Sepenuh Hati melalui perlindungan yang relevan dan berdampak nyata,” ujar Denny.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KUPASI, Azuarini Diah Parwati, mengapresiasi langkah IFG. Menurutnya, kolaborasi jangka panjang antara pelaku industri dan penulis asuransi sangat krusial untuk membangun pemahaman manajemen risiko yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wujudkan Cirebon SETARA 2027: Wali Kota Effendi Edo Tekankan Ekonomi Inklusif dan Penataan Estetika Kota

​Perlindungan Aset Negara Senilai Rp3,78 Triliun

​Urgensi asuransi terbukti nyata dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), selaku Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), melaporkan langkah cepat dalam melindungi aset publik.

​Berdasarkan data awal Konsorsium ABMN:

Baca Juga: Dugaan Korupsi Tambang Emas Tumpang Pitu: Pegiat Anti Korupsi Serahkan Bukti ke APH

  • ​Wilayah Terdampak: 43 Kabupaten/Kota.
  • ​Objek Berpotensi Terdampak: 2.578 aset negara.
  • ​Nilai Pertanggungan: Mencapai Rp3,78 triliun.

​Data ini menunjukkan bahwa skema asuransi merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan aset publik dan stabilitas ekonomi saat bencana melanda.

​Membangun Ekosistem Inklusif

Baca Juga: ICW Kritik Keras Penunjukan Adies Kadir dan Thomas Djiwandono: Sinyal Bahaya Independensi MK dan BI

​Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire menuntut sistem pembiayaan risiko yang tangguh. Melalui penguatan literasi ini, IFG berharap dapat menciptakan ekosistem asuransi yang:

  1. ​Inklusif: Menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
  2. ​Sehat: Berlandaskan tata kelola yang baik.
  3. ​Berorientasi Kebutuhan: Menyediakan solusi perlindungan yang tepat guna.

​Dengan sinergi antara literasi dan operasional yang kuat, asuransi diharapkan menjadi fondasi utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

(**)

Tags

Terkini