FAJARNUSA.COM (Jakarta) -- Hari Bank Indonesia diperingati setiap tanggal 5 Juli. Terpilihnya tanggal 5 Juli sebagai Peringatan Hari Bank Indonesia ini merujuk pada hari lahirnya Bank Nasional Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946.
Dikutip laman BI.go.id, berdirinya Bank Indonesia diawali pada tahun 1951. Saat itu muncul desakan kuat untuk mendirikan bank sentral sebagai wujud kedaulatan ekonomi Republik Indonesia.
Oleh karena itu, Pemerintah memutuskan untuk membentuk Panitia Nasionalisasi DJB. Proses nasionalisasi dilakukan melalui pembelian saham DJB oleh Pemerintah RI, dengan besaran mencapai 97 persen.
Baca Juga: Mantan KadisBudPar Indramayu Di Vonis Tersangka Tipikor Air Terjun Buatan Bojongsari
Pemerintah RI pada tanggal 1 Juli 1953 menerbitkan UU No.11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia, yang menggantikan DJB Wet Tahun 1922. Sejak 1 Juli 1953 Bank Indonesia secara resmi berdiri sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.
UU No.11 Tahun 1953 merupakan ketentuan pertama yang mengatur BI sebagai bank sentral. Tugas BI tidak hanya sebagai bank sirkulasi, melainkan sebagai bank komersial melalui pemberian kredit.
Pada masa ini, terdapat Dewan Moneter (DM) yang bertugas menetapkan kebijakan moneter. DM diketuai Menteri Keuangan dengan anggota Gubernur BI dan Menteri Perdagangan.
Baca Juga: Video SMJ Brebes Viral 6 Menit 48 Detik di Twitter, Ini Faktanya
Selanjutnya, BI bertugas menyelenggarakan kebijakan moneter yang telah ditetapkan oleh DM, Bank Indonesia juga menyiapkan cetak biru atau blue print sistem pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025). BSPI 2025 adalah arah kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia untuk menavigasi peran industri sistem pembayaran di era ekonomi dan keuangan digital.
Blueprint berisi 5 (lima) Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang dilaksanakan oleh 5 (lima) working group. Yaitu Open banking, Sistem Pembayaran Ritel, Sistem Pembayaran Nilai Besar dan Infrastruktur Pasar Keuangan, Data dan Digitalisasi, dan Reformasi Regulasi, Perizinan, dan Pengawasan.
BSPI 2025 akan diwujudkan melalui 23 key deliverables yang akan diimplementasikan secara bertahap dalam kurun waktu tahun 2019 sampai dengan 2025. Saat ini masih tahun 2024 proses mewujudkan masih berjalan.
Artikel Terkait
Cara Cek Kredit Online, Karena BI Checking Sudah Ganti
Tingkatkan Kapasitas UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Gandeng BI Dalam Program Digitalisasi Pemasaran
BI Cirebon Adakan Kegiatan Donor Darah, Anton Pitono: Jumlah Pendonor Terdata 680 Orang
Jaksa Agung Lantik Empat Kepala Kejaksaan Tinggi serta Wakil Jaksa Agung
Kejagung RI Ungkap Jet Pribadi Ternyata Bukan Milik Harvey Moeis