Saham GOTO Anjlok, Pendiri Tokopedia Melepas Sebagian Saham Untuk Keperluan Apa?

photo author
M. Aldi Priambudi, Fajar Nusa
- Senin, 16 Oktober 2023 | 16:21 WIB
Harga Saat ini Saham GOTO Turun Drastis Setelah Pendiri Tokopedia Melepas Sahamnya pada Sesi I Perdagangan 16 Oktober 2023. (foto: investor.id)
Harga Saat ini Saham GOTO Turun Drastis Setelah Pendiri Tokopedia Melepas Sahamnya pada Sesi I Perdagangan 16 Oktober 2023. (foto: investor.id)

FAJARNUSA.COM—Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membuka perdagangan pada sesi I tanggal 16 Oktober 2023 dengan harga Rp 66, mengalami penurunan signifikan.

Harga saham ini bahkan sempat mencapai level terendah baru sebesar Rp 62.

Pada sekitar pukul 09.15 WIB, harga saham GOTO tercatat sebesar Rp 63, mengalami penurunan sebesar 5,97%.

Baca Juga: Grab Holdings Ltd Rencanakan Akuisisi Trans-cab Singapura, Regulator Mulai Khawatir

Penurunan ini terjadi seiring dengan keputusan pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya, yang melepas sebanyak 332,22 juta saham GOTO.

Keterbukaan informasi menyebutkan bahwa William Tanuwijaya menjual sebagian kecil sahamnya untuk keperluan pribadi yang mendesak.

Meskipun jumlah saham yang dijual relatif kecil, ini masih memiliki dampak signifikan mengingat total kepemilikan saham William yang mencapai lebih dari 20 miliar saham.

Baca Juga: Batal Jual Rumah Mewahnya, Bedu: Mau Dijual Atau Tidak Itu Hak Saya

William menjual saham tersebut dengan harga Rp 78 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 26,2 miliar.

Meskipun jumlah saham yang dijual oleh William relatif kecil, tindakan ini tetap menimbulkan perbincangan hangat di kalangan publik.

Di berbagai platform seperti Whatsapp Group, Telegram, dan media sosial, publik mencoba untuk menafsirkan alasan di balik penjualan saham tersebut.

Baca Juga: Apple Akan Luncurkan Tiga Ipad Model Terbaru

Menanggapi penjualan saham ini, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheryl Tanuwijaya, menjelaskan bahwa penjualan saham oleh komisaris dan direksi adalah hal yang lazim terjadi di industri pasar modal, baik pada perusahaan besar maupun kecil. Cheryl juga menekankan bahwa saham yang dijual adalah saham seri A yang juga dimiliki oleh publik, bukan saham seri B yang memiliki multiple voting power dan terkena lock up. Sehingga, aksi jual ini dapat dianggap seperti penjualan saham oleh publik pada umumnya. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Aldi Priambudi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X