Masuk Indonesia, Starlink Milik Elon Musk Siap Atasi Masalah Akses Internet

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Minggu, 3 September 2023 | 20:35 WIB
gambar starlink milik Elon Musk(fioto: istimewa)
gambar starlink milik Elon Musk(fioto: istimewa)

FAJARNUSA.COM - Terkait masuknya Starlink ke wilayah Indonesia, Telkom menilai kolaborasi dengan perusahaan Elon Musk tersebut merupakan sebuah keniscayaan.


Telkomsat, anak perusahaan Telkom, sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Starlink untuk menjadikan konstelasi satelit internet itu sebagai backhaul. Duet antara Starlink dan Telkomsat sudah terjalin sejak Juni 2022.

"Sesuai dengan izin yang telah diberikan oleh regulator, layanan Starlink di Indonesia melalui Telkomsat diperuntukkan untuk melengkapi layanan berbasis backhaul, sehingga dapat menjembatani kesenjangan infrastruktur backhaul yang ada di Indonesia guna mendukung percepatan digitalisasi yang lebih masif," tutur VP Corporate Communication Telkom Andri Sasongko saat dihubungi detikINET.

Baca Juga: Segera Tayang Di Bioskop, Film Aku Tahu Kapan Kamu Mati:Desa Bunuh Diri, Lebih Mencekam

Model bisnis layanan internet berbasis satelit ini merupakan kemitraan business to business (B2B). Artinya, Starlink tidak menyediakan akses internet secara langsung ke masyarakat Indonesia.

Disampaikan Andri, ke depannya, kolaborasi Telkomsat dan Starlink ini diharapkan dapat berperan dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan pemerataan digitalisasi ke seluruh pelosok daerah.

"Mengingat masih banyak wilayah di Indonesia yang minim akan infrastruktur backhaul, Telkom melalui Telkomsat secara konsisten berupaya untuk mendukung terwujudnya pemerataan telekomunikasi melalui penyediaan infrastruktur backhaul tersebut," ungkap Andri.

Baca Juga: One Piece Live Action Raih Rating Tertinggi dan Puncaki Netflix, Ini Alasannya !

Kedua layanan internet Telkomsat berbasis satelit ini, yaitu VSAT Star dan MangoStar. Kedua produk itu memanfaatkan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) dari Starlink.

VSAT Star dirancang khusus untuk menghubungkan jaringan akses (access network) dengan jaringan utama (core network) dengan kecepatan data hingga 500 Mbps per titik.

Sedangkan, MangoStar diklaim memilikilatency yang sangat rendah dan ditujukan untuk pelanggan-pelanggan segmen SME (Small Medium Enterprise),enterprise, hinggagovernment.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Sumber: detikINET

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bekal Esensial bagi Generasi Muda di Era Digital

Kamis, 21 Agustus 2025 | 06:58 WIB
X