FAJARNUSA - Roger Federer akan pensiun minggu depan pada usia 41 setelah Piala Laver di London, menandai akhir dari salah satu karir olahraga terbesar.
Juara grand slam 20 kali, Federer mengumumkan dalam sebuah posting media sosial pada hari Kamis bahwa minggu depan akan menjadi yang terakhir sebagai pemain profesional. Perusahaan manajemen Federer, Team8, adalah pendiri Laver Cup, acara bergaya Ryder Cup.
Federer tidak bertanding sejak Wimbledon tahun lalu ketika ia kalah 6-3, 7-6(4), 6-0 di perempat final dari Hubert Hurkacz dan ternyata ia mengalami cedera lutut yang membuatnya absen dari tur selama lebih dari setahun. Federer telah mengikuti lima pertandingan sejak Januari 2020 dan telah menjalani tiga operasi lutut dalam periode tersebut. Dia menyebut masalah cedera di akhir karirnya sebagai alasan untuk pensiun.
Baca Juga: Mau Ikut Audisi Umum PB Djarum 2022? Peserta Audisi PB Djarum 2022 Wajib Tahu ini!
“Tiga tahun terakhir telah memberi saya tantangan dalam bentuk cedera dan operasi. Saya telah bekerja keras untuk kembali ke performa kompetitif penuh," tulis Federer. “Tapi saya juga tahu kapasitas dan batas tubuh saya, dan pesannya kepada saya akhir-akhir ini sudah jelas. Saya berusia 41 tahun. Saya telah memainkan lebih dari 1500 pertandingan selama 24 tahun. Tenis telah memperlakukan saya dengan lebih murah hati daripada yang pernah saya impikan, dan sekarang saya harus menyadari kapan saatnya untuk mengakhiri karir kompetitif saya.”
Untuk waktu yang lama, Federer memegang rekor total gelar grand slam putra, melampaui idolanya, Pete Sampras, pemegang rekor sebelumnya yang jumlah 14 gelarnya pernah dianggap hampir tak tersentuh.
Sepanjang karirnya ia membuka rekor lain yang menjadi penanda konsistensi dan keunggulannya, seperti mencapai 23 semifinal grand slam berturut-turut dan 36 perempat final berturut-turut. Federer telah memenangkan 103 gelar tunggal ATP, 28 gelar ATP Masters dan enam ATP Finals. Dari 1.526 pertandingannya di tur ATP, ia mengumpulkan rekor 1251-275 (82%) tunggal.
Pada tahun 2003, Federer memenangkan gelar grand slam pertamanya pada usia 21 tahun di Wimbledon dan dalam waktu 14 bulan ia telah memantapkan dominasinya. Antara 2004 dan 2007, pada puncak kekuatannya, ia mengumpulkan rekor 247-15 (94%) dan secara metodis mendefinisikan kembali seperti apa kehebatan dalam permainan pria.
Saat Federer mendorong olahraga ini ke tingkat yang tak terbayangkan, standar yang ia tetapkan menginspirasi penantang terkemuka untuk diikuti, dengan Rafael Nadal, sekarang 36 tahun, dan kemudian Novak Djokovic, sekarang 35 tahun, naik untuk membentuk tiga besar, bisa dibilang era tenis pria terbesar.
Angka-angka dan keberhasilan menceritakan sebagian kecil dari kisah Federer. Dia lahir di Basel dari ayah Swiss, Robert, dan ibu Afrika Selatan, Lynette, dan dia menghabiskan beberapa tahun pembentukannya sebagai anak bola di Swiss Indoors di kota kelahirannya Basel, yang masih sering dia sebutkan.
Di masa mudanya, Federer terkenal karena temperamennya yang berapi-api dan kurangnya disiplin di lapangan meskipun bakat yang jelas membedakannya. Dari fondasi awal itu, Federer berkembang menjadi pemain yang ketenangannya di momen-momen besar merupakan aspek penentu kesuksesannya.
Artikel Terkait
Mau Ikut Audisi Umum PB Djarum 2022? Peserta Audisi PB Djarum 2022 Wajib Tahu ini!
Tomas Tuchel Resmi Dipecat Chelsea, Siapa Bakal Jadi Nahkoda Baru London Biru, Zidane Atau Graham Potter?
Pecat Thomas Tuchel, Tod Boehly Janji Segera Cari Pengganti, 5 Pelatih ini Cocok Nahkokdai The Blues Chelsea
Update Liga Champions 2022/23: Prediksi dan LINK Live Streamming Ajax vs Rangers dan Napoli vs Liverpool
Jadwal, Prediksi dan Link Live Streaming Pertandingan Grup B Liga Champions 2022/23 Atletico Madrid vs Porto
Update Hasil Pertandingan MD1 Grup A dan D Liga Champions UEFA Ajax vs Ranger, Eintracht Frankfurt vs Sporting
Kejutan! Todd Boehly Resmi Bajak Pelatih Brighton & Hove Albion Untuk Latih the Blues Chelsea
Rekap Hasil Pertandingan Grup B, C, D dan A Liga Eropa UEFA 2022/23.
Hasil BRI Liga 1 PSIS Semarang vs Persikabo 1973: Riyan Ardiansyah Bikin Laskar Mahesa Jenar Mimpi Indah
Borneo FC Kecolongan 3 poin Dari Persita di Kandang sendiri
Hasil Lengkap BRI Liga 1, 10 September 2022 Serdadu Tridatu Menang Besar, Bali United Catat Rekor Baru