politik

Nusron Wahid Tepis Pernyataan Soal Hasto Kristiyanto Mengenai Kartu Truf, Nusron: Bukan Petugas Partai

Senin, 30 Oktober 2023 | 18:09 WIB
Politisi Partai Golkar, Nusron Wahid, memberikan penjelasan mengenai pemilihan Gibran sebagai calon wakil presiden tanpa kartu truf. (Foto: Instagram/@nusronWahid1)

FAJARNUSA.COM — Politisi Partai Golkar, Nusron Wahid, secara tegas menanggapi pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang mengklaim adanya tekanan kekuasaan terhadap beberapa partai politik.

Terkait isu pilihan Partai Golkar dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), khususnya dalam memilih Gibran sebagai pendamping Prabowo, Nusron memberikan penjelasan.

"Kami memilih Gibran karena memberikan kesempatan kepada anak muda agar memimpin bangsa Indonesia," ucap Nusron kepada wartawan pada Senin (30/10).

Baca Juga: PDIP Terpukul dengan Keputusan Gibran Maju sebagai Cawapres Prabowo, Gibran: Ya Itu, Silahkan Pak Hasto

Nusron menegaskan bahwa pemilihan Gibran bukan karena "kartu truf," seperti yang disebut-sebut oleh beberapa pihak.

"Bukan karena "kartu truf," tapi karena Kartu Indonesia Pintar (KIP), KIP Kuliah, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Pra Kerja, Kartu Anak Sehat, dan kartu lain yang membawa kemanfaatan dan kesejahteraan buat rakyat," ujar dia.

Lebih lanjut, Anggota Komisi VI DPR RI ini juga membantah pernyataan yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi tidak patuh terhadap konstitusi dan rakyat.

Baca Juga: Pernyataan Sekjen PAN Tanggapi Soal Isu Kartu Truf dalam Dukungan Pasangan Capres

Menurut Nusron, Jokowi selalu taat dan patuh kepada konstitusi dan rakyat.

"Justru, Pak Jokowi taat dan patuh kepada konstitusi dan rakyat. Beliau tidak pernah pencalonan Gibran sebagai calon wapres sebelum ada landasan konstitusionalnya," lanjut Nusron.

Ia menekankan bahwa pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden tidak pernah terjadi tanpa dasar konstitusional yang kuat.

Baca Juga: Orang Tua Luis Diaz Jadi Korban Penculikan Dikolombia

Nusron juga menggarisbawahi bahwa tidak ada ruang bagi pembangkangan terhadap rakyat.

Baginya, Presiden Jokowi dan Gibran selalu berupaya memenuhi panggilan rakyat, bukan panggilan partai.

Nusron meyakini bahwa inti kepemimpinan adalah melayani rakyat, bukan melayani partai.

Halaman:

Tags

Terkini