FAJARNUSA.COM — Ketua Dewan Kehormatan PDIP, Komarudin Watubun, memberikan tanggapan tegas terkait aksi Satpol PP Bali yang mencopot baliho yang menggambarkan pasangan Ganjar-Mahfud, saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Kabupaten Gianyar, Bali pada Selasa (31/10).
Komarudin memastikan bahwa Bali dianggap sebagai kandang banteng oleh PDIP, dan tindakan pencopotan ini dipandang sebagai potensi provokasi.
"Di Bali itu kan kita tahu kita, kita tahu Bali sarangnya banteng, kandangnya banteng. Jadi kalau sampai ada yang berani melakukan tindakan begitu itu mereka harus segera melakukan investigasi ke bawah," kata Komarudin di Gedung DPR, Senayan, Selasa (31/10).
Baca Juga: Golden Disc Awards ke-38 Akan Digelar di Jakarta, Rencana Diadakan Awal Tahun, Ini Tanggalnya
Dia mendesak untuk segera dilakukan investigasi atas tindakan tersebut.
"Saya bisa melihat ke bawah sebagai sebuah provokator masa kadang orang bisa berani sekeras itu," ungkap Komarudin.
Lebih lanjut, Komarudin menekankan pentingnya menjaga kandang PDIP, mengingat karakter banteng yang jika diganggu bisa menjadi berbahaya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi Kabupaten Gianyar, Satpol PP Malah Copot Baliho Ganjar Mahfud
"Tapi kalau banteng jangan diganggu banteng kalau diam jangan diganggu karena kalau dia bangun dia brutal itu banteng. Jadi banteng enggak ada itu cengeng-cengeng itu banteng itu cuma kalau diam jangan diganggu itu berbahaya," tambahnya.
Selain itu, Komarudin berharap agar pelaksanaan Pilpres 2024 berjalan dengan baik tanpa mengutamakan kepentingan kelompok tertentu.
"Saya bisa melihat ke bawah sebagai sebuah provokator masa kadang orang bisa berani sekeras itu," tutur anggota Komisi II DPR itu.
Baca Juga: The Djayas Rilis Mini Album Terbaru Muara dalam Perayaan Setahun Bandnya
Sebelumnya, Kasatpol PP Bali, Nyoman Rai Dharmadi, menjelaskan bahwa pencopotan atribut parpol di lokasi acara bukan hanya terkait dengan PDIP atau Ganjar-Mahfud.
"Sesuai dengan perintah Pak Pj Gubernur, saya diminta mencabuti atribut parpol di lokasi acara," kata Nyoman Rai.
Nyoman Rai juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak memiliki kaitan dengan bendera PDIP atau pasangan Ganjar-Mahfud. *
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto Mundur sebagai Ketua TPD Ganjar-Mahfud Sulsel, Ada Apa?
Puncak Festivibes Now Boarding Vol.2 Bandung Dimeriahkan 40 Ribu Komunitas K-POP
Presiden Jokowi Enggan Respon Soal Keluh Kesah PDIP Merasa Ditinggalkan pada Pemilu 2024
KPU Digugat Atas 70,5 Triliun Terkait Pendaftaran Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
Ramai Kasus Rangka eSAF Bikin Harga Honda BeAT Bekas Anjlok, Padagang Mokas Ngeluh