FAJARNUSA.COM—Tiga raksasa otomotif Amerika Serikat (AS), yaitu Stellantis, Ford, dan General Motors (GM), telah melakukan pemotongan jumlah karyawan mereka sebanyak lebih dari 4.000 orang sejak dimulainya aksi mogok kerja oleh serikat pekerja United Auto Workers (UAW).
Dilansir dari Reuters pada Selasa (10/10/2023), Stellantis, perusahaan induk Chrysler, mengumumkan pemangkasan sebanyak 570 pekerja pada hari Senin.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru ini mencakup 520 pekerja di pabrik mesin di Michigan dan 50 karyawan di fasilitas pengecoran di Indiana.
Baca Juga: 2 Warga Meninggal Dunia di Garut Akibat Keracunan Makanan Sate Jebred
Total jumlah pekerja Stellantis yang terkena PHK sejak dimulainya aksi mogok kerja UAW mencapai 640 orang.
Sementara itu, GM baru-baru ini juga mengumumkan PHK lanjutan sebanyak 200 karyawan, membuat total jumlah PHK di GM mencapai sekitar 2.000 orang.
Ford, perusahaan otomotif lainnya, mengatakan pada Senin bahwa 70 pekerja baru-baru ini dirumahkan di Michigan, sehingga jumlah PHK di perusahaan ini telah mencapai 1.865 orang sejak dimulainya pemogokan.
Baca Juga: YouTube Create, Aplikasi Baru Buatan YouTube Untuk Editing Vidio Lewat HP
GM mengumumkan bahwa para pekerja yang terkena PHK tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan mereka kembali sampai pemogokan berakhir.
Aksi mogok besar-besaran telah dimulai sejak 15 September.
Para perusahaan otomotif tersebut menyatakan bahwa mereka terpaksa melakukan PHK karena banyak pabrik mereka mengalami kelumpuhan akibat pemogokan yang dilakukan oleh UAW.
Aksi mogok ini dilakukan untuk menuntut kompensasi dan kondisi kerja yang lebih baik bagi para pekerja. *
Artikel Terkait
Cara Sederhana Untuk Sehatkan Fisik dan Mental
PR Indonesia Untuk Masalah Kesehatan Mental, Stres Dikit Dibilang Gangguan Ghoib
Gerard Liu, Salah Satu Personel Weird Genius Putuskan Keluar, Ini Dia Alasannya
5 Kendaraan Terlibat Dan 1 Orang Terluka Akibat Kecelakaan Karambol Di Jalan Solo Yogyakarta
5 Sayuran Tinggi Protein Untuk Dikonsumsi Setiap Hari