FAJARNUSA.COM—Pada umumnya, deodoran yang digunakan sesuai petunjuk dan tidak mengandung bahan berbahaya tidak diketahui menyebabkan kanker secara langsung.
Banyak deodoran yang berfungsi untuk mengurangi bau badan dengan cara mengurangi pertumbuhan bakteri yang berada di kulit, terutama di daerah ketiak.
Namun, isu potensial yang muncul berkaitan dengan deodoran adalah penggunaan aluminium zirkonium yang sering digunakan sebagai bahan aktif dalam antiperspiran.
Baca Juga: Papu Gomez Terbukti Memakai Doping dan Dilarang Bertanding Selama 2 tahun
Beberapa orang telah menyatakan kekhawatiran bahwa aluminium dalam deodoran dapat diserap oleh kulit dan mengakumulasi dalam jaringan tubuh, termasuk payudara, dan menjadi faktor risiko dalam pengembangan kanker payudara.
Namun, penelitian ilmiah belum memberikan bukti yang kuat dan konsisten bahwa penggunaan deodoran yang mengandung aluminium dapat menyebabkan kanker.
Tetapi, penting untuk menyadari bahwa penelitian tentang risiko kesehatan jangka panjang dari bahan kimia dalam produk-produk perawatan pribadi masih terus berlanjut, dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
Baca Juga: Puluhan Warga Tangerang Dievakuasi Akibat Kebakaran di TPA Rawa Kucing
Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang bahan-bahan dalam deodoran atau ingin menghindari aluminium zirkonium.
Anda dapat mencari alternatif deodoran yang tidak mengandung bahan tersebut, seperti deodoran alami atau bebas aluminium.
Selalu disarankan untuk membaca label produk dan mendiskusikan kekhawatiran Anda dengan profesional kesehatan jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran khusus tentang produk-produk perawatan pribadi dan risiko kesehatan.
Juga, penting untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dan mengikuti pedoman kesehatan yang disarankan untuk mengurangi risiko kanker dan penyakit lainnya.**