Bagaimana Virus Nipah Menyebar ? Apa Saja Gejalanya ? Kalian Wajib Tahu !

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 18 September 2023 | 07:30 WIB
Gambar ilustrasi virus nipah (twitter:@DDigitalZamora)
Gambar ilustrasi virus nipah (twitter:@DDigitalZamora)

FAJARNUSA.COM - Ternyata ada virus lain yang tidak kalah mengerikan dari virus corona yaitu virus Nipah. Sejak ditemukan di Malaysia pada 1998, ratusan orang dikabarkan meninggal dunia akibat virus ini.

Virus Nipah atau NiV menyebar antara hewan dan manusia. Virus ini terutama menyebar melalui kelelawar buah, bisa juga melalui babi dan hewan lain seperti kambing, kuda, anjing atau kucing.

Orang yang memakan makanan yang telah terkontaminasi oleh hewan yang terinfeksi akan tertular.

Baca Juga: Beberapa Tips meningkatkan Daya Ingat Ketika Belajar, Begini Caranya !

Virus ini juga akan menular jika kita melakukan kontak dengan cairan tubuh seperti darah, kotoran, kencing atau air liur dari hewan yang terinfeksi.

Orang yang melakukan kontak dekat dengan orang yang mengidap virus nipah juga rawan tertular.

Ada cara terbaik untuk menghindari virus nipah yaitu dengan menghindari dekat dengan hewan yang sakit (terutama kelelawar dan babi).

Baca Juga: Info Lengkap Sinopsis, Jadwal Tayang dan Tempat Nonton Drama Korea The Escape of the Seven !

Perlu diingat, virus nipah bisa menyebar dari orang ke orang melalui cairan tubuh, sehingga Anda harus menghindari atau mengambil tindakan pencegahan ketika berada di dekat orang yang mengidap virus nipah.

Virus Nipah dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat, termasuk ensefalitis (infeksi otak) dan kematian. Belum ada obat atau vaksin untuk mengobatinya. Namun, untuk pengobatannya saat ini hanya dengan mengelola gejalanya saja.

Gejala awal virus nipah mungkin termasuk demam, sakit kepala, kesulitan bernapas, batuk dan sakit tenggorokan, diare, muntah, nyeri otot dan kelemahan parah.

Baca Juga: Spoiler manga Boruto Two Blue Vortex Chapter 2, Boruto Tunjukan Jurus Baru !

Biasanya orang akan mengalami demam atau sakit kepala terlebih dahulu dan kemudian mengalami masalah pernapasan seperti batuk dan kesulitan bernapas dalam waktu 4 hingga 14 hari setelah terpapar virus.

Gejala parah lainnya meliputi kebingungan dan disorientasi, ucapan tidak jelas, kejang, koma, dan gangguan pernapasan.

*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Catatan Kritis untuk Lumajang dari Anak Bunda

Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:55 WIB

Sumpah Pemuda dan Peringatan Keras Untuk Bangsa

Senin, 28 Oktober 2024 | 08:38 WIB
X