FONKACI Dorong Kreativitas dan Karakter Anak Sejak Dini

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 21 Februari 2025 | 09:05 WIB
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menghadiri Forum Anak Kabupaten Cirebon (FONKACI)  (Dokumentasi)
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menghadiri Forum Anak Kabupaten Cirebon (FONKACI) (Dokumentasi)

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menghadiri Forum Anak Kabupaten Cirebon (FONKACI) yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan DPPKBP3A Kabupaten Cirebon di ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (18/2/2025).

Hadir pula Kepala dan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, S.KM, M.Kes. dan dr. Dwi Sudarni, MARS, beserta jajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan hak anak dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, serta memberikan ruang bagi anak-anak dan para Bunda Forum Anak Kecamatan, untuk berkarya dan mengekspresikan diri.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Angkutan Lebaran dari Cirebon Sudah Terjual 18 Ribu, Buruan Pesan Sebelum Kehabisan

Sekaligus peluncuran buku “Ayah, Ibu Tolong Dengarkan Suara Kami”, di mana isinya merupakan rangkuman hasil lomba surat cinta untuk ayah dan bunda hasil karya anak-anak Kabupaten Cirebon, yang kemudian dibukukan.

Hal ini dilakukan agar anak-anak merasa bangga bahwa hasil karya mereka dapat diabadikan dalam sebuah buku dan pastinya akan dikenang oleh mereka seumur hidup.

Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi anak-anak.

“Melalui berbagai lomba yang diselenggarakan, seperti lomba desain batik, lomba menulis surat cinta untuk ayah dan bunda, serta lomba vlog Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital Cegah Kekerasan (PAAREDI CEKAS), anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan edukasi yang berharga,” ujarnya.

Baca Juga: Pencuri Penambat Rel Kereta Api, KAI Jebloskan Pelaku ke Penjara

Ia menjelaskan, bahwa setiap perlombaan memiliki nilai edukatif tersendiri. Lomba desain batik, misalnya, menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, di mana temanya adalah tumbuhan berkolaborasi dengan mega mendung khas batik Kabupaten Cirebon, dengan tujuan untuk mendorong ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu, lomba menulis surat cinta untuk ayah dan bunda bertujuan menyuarakan hati anak-anak terhadap orang tuanya. Selain mempererat komunikasi dalam keluarga, hal ini juga menjadi pondasi utama tumbuh kembang anak.

Lomba vlog PAAREDI CEKAS memberikan ruang bagi orang tua untuk berbagi praktik pola asuh terbaik, guna mencegah kekerasan terhadap anak di era digital.

Agar pemerintah maupun masyarakat memahami betapa pentingnya kegiatan anak-anak untuk mengisi waktu luang mereka, sehingga tidak kecanduan gadget.

Baca Juga: Ketika Istana Sibuk Lantik Kepala Daerah, Ada Geliat Aksi 'Indonesia Gelap' yang Diwaspadai 588 Personel Polisi di DKI Jakarta

Wahyu juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor dan mitra atau CSR yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masa depan anak-anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X