(CIREBON) – Tingginya angka kejadian TBC di Kota Cirebon menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pemangku kepentingan. Data menunjukkan fluktuasi jumlah kasus TBC, dengan peningkatan signifikan di tahun 2023 mencapai 13.527 kasus.
“Angka ini menekankan bahwa persoalan penanggulangan dan pengendalian TBC sangat memerlukan upaya serius dan berkelanjutan,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Trimulyaningsih, SKM., MKM. dalam kegiatan Peningkatan Keterlibatan Pemangku Kepentingan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kota Cirebon di Ruang Gotra Sawala, Bappelitbangda Kota Cirebon, Rabu (18/12/2024).
Trimulyaningsih menyoroti tingginya angka treatment coverage yang mencapai 185% di tahun 2024, namun treatment success rate masih rendah, yaitu 57%. Rendahnya angka kesembuhan ini disebabkan oleh kepatuhan minum obat pasien TBC yang masih rendah.
Baca Juga: Astra Infra Lakukan Pembatasan Angkutan Barang di Ruas Tol Periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Cek Masa Berlakunya!
“Kepatuhan dan disiplin berobat pasien TBC masih rendah, sedangkan kepatuhan minum obat teratur sampai tuntas merupakan kunci keberhasilan dalam pengobatan pasien TBC,” tegasnya.
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi adalah rendahnya angka penemuan kasus TBC dan meningkatnya kasus TBC Resisten Obat dengan angka keberhasilan pengobatan yang masih rendah.
Kepala Bappelitbangda Kota Cirebon, Drs. Agus Herdhyana, M.Si. menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC.
Baca Juga: Film Senyum Merah Putih Produksi Lokal Tayang di Layar Bioskop CGV Cinemas Grage City Mall
“Untuk mendukung percepatan eliminasi TBC di Kota Cirebon tahun 2030, diperlukan indikator yang terukur seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM), target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs, dan target indikator program penanggulangan TBC,” jelasnya.
Agus menekankan enam strategi utama dalam Rencana Aksi Daerah Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kota Cirebon Tahun 2023-2027, yaitu:
1. Penguatan komitmen dan kepemimpinan Pemerintah Daerah dalam akselerasi penanggulangan TBC;
Baca Juga: Prabowo Ajak Negara Tergabung D-8 Kuat Bersama untuk Bela Palestina
2. Peningkatan akses layanan TBC yang bermutu dan berpihak pada pasien;
3. Intensifikasi upaya kesehatan dalam rangka penanggulangan TBC;
4. Peningkatan penelitian, pengembangan, dan inovasi di bidang penanggulangan TBC;
Baca Juga: Jelang Liburan Nataru 2024/2025 ASTRA Infra Imbau Pengendara Melakukan Beberapa Hal Ini Sebelum Perjalanan
5. Peningkatan peran serta komunitas, pemangku kepentingan, dan multisektor lainnya dalam penanggulangan TBC;
6. Penguatan manajemen program.
Rencana Aksi Daerah ini diharapkan menjadi landasan bagi seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk berkontribusi dalam percepatan penanggulangan TBC di Kota Cirebon.
Baca Juga: Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, Pj Bupati Cirebon Bahas Kesiapan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025
“Dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat, target eliminasi TBC 2030 dan Indonesia bebas TBC 2050 dapat tercapai,” pungkas Agus. (Astrida)
Artikel Terkait
UI Penabulu STPI Indramayu Dorong Lintas Sektoral Atasi TBC
Beberapa Fakta Soal Pneumonia, Penyakit Yang Jadi Faktor Kematian Balita
5 Makanan Sehat Untuk Pasien Penyakit Ginjal Pertama Ada Ikan Omega 3
Sosialisasi Bahaya Penyakit Ternak Zoonosis Kepada Kelompok Peternak Sapi Pali Pali Jaya Ponjong