“Konvensional juga sama, 10 hingga 15 hari. Itu kalau mau SOP (standar) garam industri. Kalau biasa, paling tujuh hari, panen. Tidak sesuai standar industri,” kata Saefuloh.
Ia mengatakan, pada zaman dulu garam Losari jadi buruan. Namun, semenjak kebijakan impor, dikatakan Saefuloh, harga garam turun.
Ia berharap, garam Losari bisa kembali bersaing dan dilirik banyak pihak.***
Artikel Terkait
Pemprov Jawa Barat Berikan Asuransi Kepada Petani Jabar Yang Alami Gagal Panen Akibat Kekeringan
Petani Arahan Senang, Saluran Air Bersih dari Eceng Gondok
Wajib Intip! Inilah 5 Potensi Bisnis dari Usaha Tani Usai Mentan Ungkap Keuntungan Rp10 Juta per Bulan Bagi Petani Milenial
Agus Sulistiyono Serukan Pemerintah untuk Pro Rakyat, Stop Impor Beras, Sapi, dan Daging Beku yang Memukul Petani serta Peternak