Bayi Kembar Siam Asal Kabupaten Cirebon Siap di Operasi, Dinas Kesehatan Optimis Keselamatan Kedua Bayi

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 28 Juni 2024 | 05:25 WIB
Persiapan operasi bayi kembar siam asal Kabupaten Cirebon di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung  (Ule/FajarNusa.com/humas)
Persiapan operasi bayi kembar siam asal Kabupaten Cirebon di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (Ule/FajarNusa.com/humas)

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Bayi kembar siam asal Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, saat ini berada dalam kondisi stabil setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr Teti Rostianty, pada Selasa (25/6/2024).

Meski kondisi bayi memungkinkan untuk dilakukan operasi, prosedur tersebut belum dapat dilaksanakan saat ini.

Baca Juga: Konser Bruno Mars Pada 13-14 September 2024 Bakal Dilaksanakan di Jakarta International Stadium,Ancol Jakarta Utara

“Penjadwalan operasi memiliki syarat dan ketentuan, baik secara usia maupun berat badan. Usia paling muda untuk operasi mulai dari 5 hingga 8 bulan, dan berat badan masing-masing bayi harus mencapai kurang lebih 5 kilogram,” jelas Teti.

Tantangan terbesar dalam operasi ini adalah kondisi salah satu bayi yang mengalami jantung bocor, sementara kedua bayi hanya memiliki satu hati yang harus mendukung kehidupan keduanya. Ini menambah risiko signifikan dalam pelaksanaan operasi nanti.

Sambil menunggu waktu yang tepat untuk operasi, perawatan intensif terus dilakukan. Bidan desa rutin memeriksa kondisi bayi seminggu dua kali, dan jika kondisi bayi tidak stabil, bidan desa akan melaporkannya ke tim puskesmas.

Baca Juga: Penyanyi Tata Janeeta Isi Soundtrack dan Akting Untuk Lagu Serta Video Klip Film Horor Berjudul 'Muslihat' Jadi Debut Pertamanya

Selain itu, dokter puskesmas juga melakukan pengecekan kondisi bayi setiap dua minggu sekali, dan sebulan sekali bayi harus dirujuk ke spesialis anak di RSUD Waled.

“Setiap tiga bulan sekali, kondisi bayi juga akan diperiksa di RSHS. Berat badan bayi harus mencapai minimal 2,5 kilogram, sebagai salah satu prasyarat penting sebelum menjalani operasi,” tambahnya.

Dengan upaya medis yang berkelanjutan, pihaknya memiliki harapan akan keselamatan kedua bayi semakin besar.

Baca Juga: Berhijab saat Jalan-jalan Bareng Raffi Ahmad Usai Ibadah Haji, Nagita Slavina Didoakan Istikamah

“Dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari tenaga medis hingga keluarga, menjadi kunci dalam menjaga kondisi kesehatan bayi kembar siam ini,” ungkapnya.

Meski penuh tantangan, optimisme tetap terjaga bahwa kedua bayi dapat melalui semua proses ini dengan baik.

“Perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi dan persiapan operasi bayi kembar siam asal Cirebon ini akan terus dipantau, dan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana, untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kedua bayi,” pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X