40 Tahun Lalu, Milisi Phalange Dukungan Israel Membunuh Ribuan Pengungsi Palestina di Kamp Sabra dan Shatilla

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Sabtu, 17 September 2022 | 15:23 WIB
Foto Korban Pembantaian Sabra dan Shatilla Pada 16 - 18 tahun  1982.
Foto Korban Pembantaian Sabra dan Shatilla Pada 16 - 18 tahun 1982.

FAJARNUSA - 40 tahun yang lalu, sebuah kelompok bersenjata sekutu Israel menyerang kamp pengungsi Sabra dan Shatila di ibu kota Lebanon, Beirut.

Tepat pada 16 September 1982, atau sehari yang lalu, milisi Phalange yang didukung Israel membunuh antara 2.000 dan 3.500 pengungsi Palestina dan warga sipil Lebanon di kamp Sabra dan Shatilla dalam dua hari.

Sampai saat ini pembantaian Sabra dan Shatilla dikenal sebagai salah satu pembantaian paling mengerikan yang dilakukan dalam perang saudara Lebanon.

Shatila, sebuah kamp pengungsi Palestina, dan lingkungan Sabra yang berdekatan terletak di barat daya ibu kota Lebanon, Beirut, pada waktu itu merupakan tempat bagi warga Palestina mengungsi karena terusir atau melarikan diri dari kejamnya pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Baca Juga: Presiden Ukraina Zelenskyy Tabrakan Dengan Mobil Pribadi, Begini Kondisinya...

Para pengungsi Palestina tersebut adalah korban tragedi Nakba tahun 1948, atau “bencana” dalam bahasa Arab, orang - orang Palestina ini melarikan diri dari usaha pembersihan etnis Palestina oleh milisi Zionis ketika Israel dibentuk.

Yang malangnya para pengungsi Palestina tersebut tepat pada tanggal 16 dan 18 September 1982, para pengungsi, yang tinggal di Shatila dan Sabra, bersama dengan warga sipil Lebanon, diserang oleh milisi sayap kanan Lebanon, yang berkoordinasi dengan tentara Israel.

Selama pembantaian tersebut diprediksi korban yang meninggal antara 2000 - 3.500 orang baik dari warga sipil Lebanon maupun pengungsi Palestina.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi? mengaapa milisi Phalange yang bersekutu dengan Israel bertindak sejauh itu?

Melansir Al-jazera, Pada bulan Juni 1982, Israel menginvasi Lebanon selama perang saudara 15 tahun di negara itu (1975-1990), dengan tujuan menghancurkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang berbasis di Beirut yang kerap diidentifikasi Israel kerap meluncurkan serangan terhadap Israel dari Lebanon selatan.

Baca Juga: Mengerikan, Festival Keagamaan Hindu di India Picu Gelombang Serangan Terhadap Muslim India

pada 1 September 1982 PLO menarik diri dari Lebanon. Amerika Serikat dan pasukan multi-nasional menjamin bahwa pengungsi Palestina dan warga sipil yang tersisa akan dilindungi usai tragedi Nakba yang membuat ribuan orang Palestina mengungsi ke Lebanon kabur dari pembersihan etnis selama pendirian negara Israel.

Dua minggu kemudian, militer Israel mengepung Sabra dan Shatila dan memberikan perlindungan bagi sekutu mereka, milisi sayap kanan Lebanon yang disebut Phalange, untuk melakukan pembunuhan massal.

Phalange yang berisi milisi kristen dan di backup Israel menilai kehadiran para pengungsi Palestina yang muslim di Lebanon dapat membalik keadaan perang sodara Lebanon yang saat itu berperang karena faktor sektarianisme yang rumit dan kental.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X