Dengan hilirisasi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah ke AS dan meningkatkan daya saing di pasar global.
3. Peluncuran BPI Danantara untuk Hilirisasi SDA
Prabowo meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat hilirisasi sektor strategis seperti mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan.
Danantara bertujuan untuk mendanai proyek hilirisasi sehingga industri dalam negeri dapat lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.
Selain strategi perdagangan internasional, Prabowo juga fokus pada penguatan konsumsi dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu langkah utamanya adalah:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
MBG ditargetkan menjangkau 82 juta penerima manfaat pada akhir 2025 untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan meningkatnya daya beli, industri dalam negeri dapat tetap bertahan meskipun ada tekanan dari kebijakan tarif AS.
- Pendirian 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan perputaran uang di daerah.
Dengan kombinasi strategi ekspansi perdagangan global, hilirisasi sumber daya alam, dan penguatan ekonomi domestik, Prabowo berupaya menjadikan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan eksternal, termasuk dari kebijakan proteksionisme AS.***
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Usut Kasus Kementerian Perdagangan Yang Diduga Lakukan Korupsi
Minyakita Akan Naik Pekan Depan, Menteri Perdagangan Zulhas Pastikan Pendistribusian Merata Secara Nasional
Golden Visa Resmi Diluncurkan, Presiden Joko Widodo ajak Warga Dunia Investasi di Indonesia
Nilai Investasi di Kota Cirebon Capai Rp1 Triliun di Triwulan III Tahun 2024