FAJARNUSA.COM (London) -- Selama 14 tahun terakhir, Partai Buruh telah menjadi oposisi dari pemerintahan yang dikuasai Partai Konservatif. Dalam pemilu kali ini Partai Buruh berhasil mengalahkan Partai Konservatif, yang berkuasa sebelumnya. Sebagai Perdana Menteri terpilih Keir Starmer menjanjikan perubahan.
Partai Buruh meraih kemenangan setelah melampaui ambang batas 326 kursi untuk meraih mayoritas di House of Commons.
"Hari ini kita memulai bab berikutnya - memulai upaya perubahan, misi pembaruan nasional dan mulai membangun kembali negara kita," kata Starmer dalam pidato kemenangannya di London, dilansir kantor berita AFP, Jumat (5/7/2024).
Baca Juga: Terpaksa Pendaratan Darurat Penerbangan American Eagle Airlines di Bandara Bufallo, New York
Setelah hasil penghitungan suara yang memastikan kemenangan telak diumumkan, Starmer mengatakan, bahwa mandat seperti ini disertai dengan tanggung jawab yang besar.
Pemimpin Inggris sebelumnya Rishi Sunak mengakui kekalahannya dalam pemilu ini setelah Partai Konservatif mengalami kekalahan bersejarah dari Partai Buruh.
"Saya bertanggung jawab atas kekalahan tersebut, " jelas Sunak.
Baca Juga: Nekat, Seorang Warga Hentikan Ambulance Klinik Yonkes 2 Yudha Bhakti Husada yang Sedang Melintas
"Hari ini, kekuasaan akan berpindah tangan secara damai dan tertib dengan niat baik semua pihak," tambah Sunak,
Sunak telah menjabat sebagai PM Inggris sejak Oktober 2022 lalu.
Partai Konservatif sejauh ini baru memenangkan 70 kursi parlemen dan diperkirakan akan mendapatkan pencapaian terburuk dalam sejarah panjang partai tersebut.
Baca Juga: Situbondo Krisis Air Bersih, Politisi PKB Sebut Bupati Tidak Ada Niat Membangun
"Partai Buruh telah memenangkan pemilihan umum ini dan saya telah menelepon Sir Keir Starmer untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya," ujar Sunak pada Jumat (5/7) waktu setempat.
Partai Buruh berhasil melenggang ke kursi parlemen untuk wilayah Inggris bagian utara, namun Partai Konservatif yang dipimpin Sunak gagal mempertahankan mayoritas dalam parlemen. Sunak mengakui bahwa Partai Buruh telah memenangkan pemilu parlemen Inggris yang digelar pada Kamis (4/7) waktu setempat.
Kekalahan yang memalukan ini dinilai sebagai bentuk kekecewaan dari para pemilih Inggris atas krisis biaya hidup, kegagalan layanan publik, ketidakstabilan dan pertikaian politik selama bertahun-tahun yang menghasilkan lima PM berbeda dari partai tersebut sejak referendum Brexit tahun 2016 lalu.
Artikel Terkait
Pesawat Bantuan Dari Indonesia Untuk Palestina Telah Tiba
Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Indonesia Mabit di Muzdalifah
Kekhawatiran Draf RUU Penyiaran di Sampaikan Dewan Pers dalam Rapat UNESCO di Kroasia
Terpaksa Pendaratan Darurat Penerbangan American Eagle Airlines di Bandara Bufallo, New York