Insiden Bom Bunuh Diri di Turki Yang Diduga Terjadi Karena Aksi Teroris

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Minggu, 1 Oktober 2023 | 21:54 WIB
Bom bunuh diri terjadi di Turki (foto:sindikasi)
Bom bunuh diri terjadi di Turki (foto:sindikasi)

FAJARNUSA.COM — Kementerian Dalam Negeri Turki mengeluarkan pernyataan ledakan di dekat parlemen Ankara, Minggu (1/10) merupakan serangan bom bunuh diri dari aksi teroris.

Ledakan di jantung Ibu Kota Turki, Ankara, berasal dari ledakan bom bunuh diri. Teroris yang melakukan bom bunuh diri tewas di tempat.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengatakan bahwa serangan terjadi pada pukul 09.30 waktu setempat dan belum ada laporan korban jiwa.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Umumkan Produk Terbaru AI, Kacamata Pintar dengan Fitur Asisten

Dikutip dari AFP. "[Mereka tiba] di depan di gerbang masuk Direktorat Jenderal Keamanan Kementerian Dalam Negeri, dan melakukan serangan," demikian menurut rilis resmi Kemendagri Turki.

Kemendagri Turki menyatakan dua teroris tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 waktu setempat menggunakan kendaraan komersial. Mereka lalu melancarkan serangan.

Ledakan tersebut menyebabkan dua petugas polisi di lokasi kejadian mengalami luka-luka.

Baca Juga: Pria Lakukan Pembunuhan Terhadap Istri di Probolinggo, Anak Ikut Bantu Ayah Untuk Proses Pembunuhan

Sejauh ini belum ada laporan warga yang menjadi korban dari aksi tersebut.

Serangan bom di Turki bukan kali pertama. Pada Desember 2022, bom mobil meledak di jalan raya, Provinsi Diyarbakir. Imbas insiden ini, delapan polisi mengalami luka-luka.

Menurut media Turki Anadolu Agency insiden itu terjadi saat kendaraan dinas yang membawa polisi antihuru-hara melintas di jalan raya Diyarbakir Mardin.

Baca Juga: Kisah Jema, Anaknya Novita Angie Alami Kejadian Blackout Di PVJ Bandung

Pada November tahun lalu, bom juga meledak di Turki, tepatnya di Istanbul. Imbas insiden itu, enam orang meninggal.

Pemerintah Turki kemudian menyalahkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan afiliasinya di Suriah Utara, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebagai dalang serangan tersebut. Namun, kelompok Kurdi membantah serangan di Istanbul.

**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X