FAJARNUSA - Banyaknya jumlah korban yang meregang nyawa pasca pertandingan Arema vs Persebaya turut disorot Oleh sejumlah media asing ternama didunia.
Melansir laporan Al-Jazera yang tayang dengan judul Hundreds killed, hurt in stampede at Indonesia football match pada minggu 02 oktober 2022 menyebutkan bahwa ratusan korban yang tewas disebabkan karena terluka dan terinjak - injak usai laga Arema vs Ppersebaya.
Hal ini kemudian diperparah oleh tindakan polisi yang menembakan gas air mata setelah para suporter menyerbu lapangan stadion Kanjuruhan di Malang, jawa Timur.
Tindakan tersebut lantas memicu aksi saling dorong yang akhirnya menewaskan 182 orang suporter dan melukai ratusan orang lainnya.
Aljazera juga menulis tragedi Sabtu malam di timur kota Malang ini merupakan salah satu bencana olahraga paling mematikan di dunia.
Polisi di Provinsi Jawa Timur mengatakan ribuan suporter Arema FC menyerbu lapangan Stadion Kanjuruhan setelah timnya kalah 3-2 dari Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Madura United Minta PSSI Bertanggung Jawab dan Semua Pengurusnya Harus Mundur
Petugas berusaha mengendalikan “kerusuhan” dengan menembakkan gas air mata yang kemudian memicu kericuhan saat para suporter yang panik bergegas menuju pintu keluar stadion.
Dari cuplikan berbagai video yang viral di sosial media menunjukkan saat para penggemar membanjiri lapangan Stadion Kanjuruhan usai Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya.
Terlihat jelas para suporter hendak memulai kerusuhan namun tak lama berselang aparat keaman langsung menembakan gas air mata ke udara dan ke arah tribun penonton.
Sedangkan dalam tayangan video yang lain menunjukkan orang-orang yang tampaknya telah kehilangan kesadaran dibawa oleh penggemar lainnya untuk di evakuasi.
Sebagai informasi Stadion kanjuruhan Malang menampung 42.000 orang dan pihak berwenang mengatakan itu terjual habis.