Viral! Perosotan Bendungan Pleret Semarang jadi Sensasi Berseluncur, Petugas Bendung Jelaskan Potensi Bahaya

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 16 Juli 2024 | 14:59 WIB
Tampak warga Semarang berselancar di Bendungan Pleret layaknya bermain wahana air di water boom  (FajarNusa.com)
Tampak warga Semarang berselancar di Bendungan Pleret layaknya bermain wahana air di water boom (FajarNusa.com)

FAJARNUSA.COM (Semarang) -- Puluhan remaja menikmati seluncuran di Bendungan Pleret Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang, layaknya bermain wahana air di water boom. Bendungan ini menjadi viral dan menjadi perosotan air gratis di Semarang

Bendungan Pleret Semarang mendadak viral setelah ramai di media sosial. Pasalnya, Bendungan Pleret kini menjadi hiburan baru warga Semarang. Bendungan yang dibangun pada tahun 1.800 oleh Belanda kini berusia 140 tahun. 

Masyarakat memanfaatkan bendungan untuk hiburan dengan berseluncur tanpa alas kaki. Dasar bendungan yang licin menjadikan lokasi tersebut menarik untuk berwisata gratis.

Baca Juga: Viral Lima Pemuda NU Temui Presiden Israel Dapat Kecaman Berbagai Pihak, PBNU Dalami Soal Ini

Keseruan 'surfing' atau berseluncur di Bendung Simongan alias Bendung Pleret Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang ternyata menyimpan bahaya. Penjaga bendungan pun kewalahan untuk meminta anak-anak dan warga lainnya untuk tidak bermain di sana.

Kegiatan perosotan di mercu Bendung Pleret akhir-akhir ini sedang trending karena terlihat asyik. Anak-anak dan remaja ramai-ramai meluncur di sistem Bendung pertama di Kota Semarang itu.

Petugas Bendung, Bayu mengatakan di lokasi tersebut sebenarnya ada zona umum dan zona khusus. Zona umum yaitu taman yang memang digunakan untuk kegiatan warga. Sedangkan zona khusus adalah bendungan dan pintu air yang sebenarnya sudah terpampang sejumlah larangan, termasuk bermain di sana.

Baca Juga: Bupati Indramayu Hadiri Launcing Pengawasan Pemilihan Serentak

"Kita sudah kunci semua akses ke sana, kita gembok. Tapi ada yang lewat dari zona umum itu, lewat bawah. Ada yang mlipir-mlipir. Sejak viral yang datang banyak sekali, susah untuk ngasih tahunya," kata Bayu di Bendung Pleret, Senin (15/7/2024).

Ia menjelaskan potensi bahaya bermain di Bendung Pleret cukup besar, apalagi ketika daerah Kabupaten Semarang sedang hujan. Air bah bisa saja datang.

"Bahaya jika ada air bah datang dari atas. Memang biasanya ada pertanda air berubah jadi warna coklat, tapi kan tidak semua menyadarinya," ujar Bayu.

Baca Juga: Tarif 10 Juta, Selebgram ED Ditangkap di Sebuah Hotel Mewah Tanpa Busana dalam Kamar 625

Kemudian ada juga beda kedalaman di sekitar mercu tepatnya di pintu air. Pada Minggu (14/7) sore kemarin, bahkan ada remaja yang nyaris tenggelam karena tidak tahu di sekitar pintu air itu memiliki kedalaman 2 meter.

"Kemarin sore sekitar 15.30 WIB ada yang nyaris tenggelam, dia kaget karena ternyata tidak bisa menapak. Kedalamannya dua meter. Untungnya dia bisa meraih tangga," ujarnya.

Bayu berharap para admin media sosial serta media massa membantu memberikan edukasi agar masyarakat paham bahayanya bermain di sana. Viralnya 'surfing' di Bendung Pleret itu menurut Bayu malah membuat orang penasaran dan mengira ada lokasi wisata baru.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan PM Papua Nugini

"Kesannya jadi tempat wisata, padahal bukan. Sejauh ini yang saya baca belum ada media sosial yang menjelaskan soal bahayanya bermain di mercu. Tapi di kolom komentar sudah ada yang berusaha menjelaskan bahayanya," jelas Bayu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X