GoTo Uji Coba GoRide Nego di Kuartal III 2023, Penumpang Bisa Tawar Harga?

photo author
M. Aldi Priambudi, Fajar Nusa
- Selasa, 31 Oktober 2023 | 10:55 WIB
Ilustrasi fitur GoRide Nego yang diperkenalkan oleh Gojek Tokopedia (GOTO) pada kuartal III 2023. (Foto: X/@transonlineTV)
Ilustrasi fitur GoRide Nego yang diperkenalkan oleh Gojek Tokopedia (GOTO) pada kuartal III 2023. (Foto: X/@transonlineTV)

FAJARNUSA.COM — PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan uji coba fitur baru, GoRide Nego, yang memungkinkan penumpang untuk melakukan negosiasi harga dengan pengemudi.

Pengumuman ini tercantum dalam laporan keuangan perusahaan untuk kuartal III 2023.

Manajemen GoTo menyebutkan bahwa GoRide Nego adalah langkah strategis untuk memperluas penawaran layanan mobilitas roda dua kepada konsumen yang lebih memperhatikan harga.

Baca Juga: Erling Haaland Raih Penghargaan Gerd Mueller Trophy Berkat Puluhan Golnya

Fitur ini memungkinkan komunikasi langsung antara penumpang dan pengemudi untuk mencapai kesepakatan harga pengantaran.

“Perseroan melakukan uji coba GoRide Nego, yang memungkinkan konsumen dan mitra pengemudi untuk berkomunikasi secara langsung dan saling menyepakati harga pengantaran,” tulis manajemen seperti dikutip, Selasa (31/10).

“Ini adalah contoh inovasi Perseroan yang berkesinambungan dengan tujuan menjangkau konsumen,” tambah GoTo.

Baca Juga: Pengumuman Penghargaan Ballon d'Or 2023, Barcelona Femeni dan Lionel Messi Kembali Bersinar

Meskipun pengumuman ini telah dibuat, perusahaan belum merinci mekanisme operasional dari GoRide Nego.

Inovasi ini tampaknya mengikuti jejak inDrive yang telah lebih dulu menerapkan mekanisme tawar-menawar harga antara penumpang dan pengemudi.

Selain itu, inDrive membebankan komisi kepada pengemudi dengan tingkat yang lebih rendah, sekitar 10 persen, dengan fokus pada kesejahteraan pengemudi.

Baca Juga: Jude Bellingham Raih Kopa Thropy 2023 Berhasil Hentikan Dominasi Barcelona

Selain mengenai fitur baru ini, GoTo juga melaporkan penurunan rugi bersih sebesar 54 persen secara tahunan (yoy) dalam kuartal III 2023, mencapai Rp 9,5 triliun dibandingkan dengan Rp 20,91 triliun pada kuartal III 2022.

Ini disebabkan oleh upaya monetisasi dan pengurangan insentif serta beban pemasaran sebesar 36 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang menghasilkan penghematan senilai Rp 2,1 triliun.

Pendapatan bersih pada kuartal ketiga 2023 mencapai Rp 3,6 triliun, mengalami penurunan sebesar 21 persen, yang sebagian disebabkan oleh penyesuaian pada paruh pertama tahun 2022 senilai Rp 1,5 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Aldi Priambudi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X