FAJARNUSA.COM - Hanya dalam 1 pekan harga minyak dunia turun hingga 1%, setelah Federal Reserve AS menahan suku bunganya. Meskipun bank sentral masih dengan sikap hawkishnya memproyeksi kenaikan suku bunga pada akhir tahun.
Untuk pengiriman bulan November, Harga minyak dunia berjangka jenis Brent turun 0,86% menjadi USD 93,53 barel, dilansir dari CNBC, Kamis (21/9/2023).
Lalu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober turun 1,01% menjadi USD 90,28. Yang merupakan penutupan harga minyak terendah bagi Brent sejak 13 September.
Baca Juga: Klarifikasi dari DC Adakami Terkait Nasabah Pinjol yang Diteror
Pada bulan Oktober pada hari Rabu kemarin, Kontrak minyak WTI berakhir. Harga minyak mentah berjangka WTI untuk bulan November turun sekitar 82 sen menjadi USD 89,66.
The Fed masih memperkirakan, suku bunga acuan bank sentral mencapai puncaknya tahun ini pada kisaran 5,50%-5,75%. Angka ini adalah seperempat dari poin persentase di atas kisaran saat ini.
“Kombinasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, penguatan dolar dan tambahan kenaikan harga minyak akan meningkatkan kemungkinan resesi,” kata analis di penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.
Baca Juga: Harga Sembako tak Kunjung Turun, Pak Jokowi : Karena Ada Super El Nino di Tujuh Provinsi
Kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi memang penting namun dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
*
Artikel Terkait
Aldi Taher Ditolak Warganet Manggung Acara Saranghaeyo Indonesia 2023, Aldi Taher: Rezeki, Allah Yang Atur
Hantu ini Cantik atau Tidak ? Simak Kisah Hantu dari Jepang Kuchisake Onna
Pengesahan Pemberhentian Wali Kota Cirebon, Azis: Tetap Jalankan Tugas Dengan Optimal
Hasil Pertandingan Inter Miami vs Toronto FC Lionel Messi Tampak Sehat dan Bugar