tips-trik

Mengulik Kandungan Bahan Aktif pada Obat Nyamuk: Seberapa Aman untuk Kesehatan?

Kamis, 14 Agustus 2025 | 07:08 WIB
Foto Ilustrasi - Obat nyamuk mengandung beberapa bahan aktif yang membuatya efektif membasmi nyamuk dan serangga. (Unsplash/Ronald Langeveld)

FAJARNUSA.COM - Bagi sebagian orang, obat nyamuk adalah senjata andalan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk yang berpotensi menularkan berbagai penyakit. 

Bentuknya pun beragam, mulai dari obat nyamuk bakar, elektrik, semprot, hingga produk berbahan alami.

Obat nyamuk bakar umumnya hadir dalam bentuk spiral. Saat dibakar, asap yang dihasilkan mengandung bahan aktif seperti pada produk Baygon Obat Nyamuk Bakar. 

Baca Juga: Animasi Film Merah Putih: One For All Jadi Sorotan, Ketua PFN Singgung soal Proses Pembelajaran

Untuk versi elektrik, bahan aktif dilepaskan melalui pemanasan cairan atau mat, contohnya HIT Anti Nyamuk Elektrik.

Berbeda lagi dengan obat nyamuk semprot, yang menyebarkan bahan kimia langsung ke udara atau permukaan—misalnya Vape Aerosol. 

Ada juga pilihan yang memanfaatkan minyak esensial dari tanaman, seperti minyak sereh, minyak kayu putih hingga lavender.

Baca Juga: Dianggap Punya Nilai Pidana, Abraham Samad Ungkap Diperiksa Polisi soal Ijazah Jokowi karena Siaran Podcast

Di balik perbedaan bentuk dan cara kerja tersebut, ada sejumlah bahan aktif yang sering digunakan:

  1. DEET (Diethyltoluamide)

Bahan aktif ini telah digunakan dalam beberapa tahun terakhir untuk mengusir serangga seperti nyamuk, kutu hingga lalat. 

Baca Juga: 81 Juta Data Pelanggan JNE Diduga Bocor, Pelaku Patok Harga Senilai Rp32 Juta

Bahan ini aman bila konsentrasinya di bawah 30 persen dan tidak dioleskan pada kulit yang terluka.

  1. Picaridin

Picardin adalah bahan sintetis yang umum digunakan dengan konsentrasi 5-20 persen. Dalam jumlah tertentu, bahan ini dapat bekerja hingga 8-12 jam.

Baca Juga: Pelangi di Mars Siap Tayang 2026, PFN Siap Ramaikan Film Animasi Indonesia

  1. Permethrin

 

Halaman:

Tags

Terkini