FAJARNUSA.COM - Beras merupakan hasil panen petani, menjadi bahan makanan pokok yang wajib dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, yang merupakan kebutuhan pangan yang harus wajib dibeli setiap hari.
Maraknya beras oplos (18/07/25) menjadi kekhawatiran publik, karena konsumen beras merasa ditipu oleh produsen penghasil beras oplos. Selain itu, secara medis dapat membahayakan kesehatan konsumen yang mengkonsumsi beras oplos tersebut.
Lolosnya beras oplos ke pasaran tradisional maupun supermarket, menjadi tanggung jawab pemerintah terkait terutama kementrian pertanian. Masyarakat ataupun publik wajib lebih waspada dan berhati-hati, dalam membeli mana yang beras asli atau beras oplos.
Baca Juga: Di rawat di RSPAD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden Ke-6 RI Jatuh Sakit
Berikut ini tips cara membedakan beras asli atau beras oplos:
1. Perhatikan warna beras.
Beras asli memiliki warna putih gading atau berwarna sedikit transparan. Sedangkan beras oplos berwarna kusam keabu-abuan atau warna nya tidak seragam, atau sangat putih mengkilat efek dicampur zat lain.
2. Cium aroma beras.
Beras asli memiliki aroma khas dan segar, seperti bau padi atau bau gabah dan tanah. Sedangkan beras oplos tercium bau campuran bahan kimia dan menyengat. Biasanya beras oplos juga tidak kotor.
3. Ada nya keberadaan benda asing.
Saat mencuci Beras asli, kotoran alami mudah ditemukan seperti sisa gabah yang mengapung, atau batu hitam kecil.
Sedangkan saat mencuci beras oplos, akan muncul benda asing mengampung seperti serpihan plastik, potongan serat atau partikel halus yang tidak normal layaknya beras asli.
4. Amati tekstur beras setelah di masak.
Beras asli yang sudah matang, aroma wangi nya tercium alami dan pulen jika di makan. Sedangkan beras oplos, tidak tercium wangi dan ketika dimakan terasa lembek dan rasa nya aneh.
5.Jangan tergiur harga beras murah tanpa label dan sumber tidak jelas.
Beras yang dijual tanpa label resmi dan penjual nya tidak jelas sumber produksi dari mana wajib di waspadai, misalnya: beras curah dengan harga murah. (Ira Rachmi)