FAJARNUSA.COM — Pada hari Rabu (8/11), Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, di mana ia menyampaikan janji-janji yang menarik bagi para buruh jika terpilih menjadi presiden pada tahun 2024.
Prabowo menyoroti isu kenaikan upah minimum 2024, dan dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa para buruh tidak perlu banyak menuntut pengusaha terkait kenaikan upah.
Sebaliknya, ia berkomitmen untuk memberikan sejumlah subsidi kepada mereka.
Baca Juga: Polri Menjamin Kemanan Pada Gelaran Piala Dunia U17
Subsidi tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti bahan bakar minyak (BBM), biaya kesehatan, biaya sekolah, dan bahkan makan siang gratis.
"Kita sudah welfare state, kita akan bicara ke pemimpin buruh, 'eh saudara, kesehatan nggak bayar, subsidi listrik, subsidi BBM, kemudian sekolah. Sekolah harus kita bikin enggak bayar, kemudian kita akan kasih makan siang,'" kata Prabowo dalam pidatonya.
Tak hanya itu, Prabowo juga berjanji untuk memberikan subsidi angkutan 100 persen di kota-kota besar kepada para buruh.
Baca Juga: Permintaan PSSI Kepada Warga Indonesia Untuk Dukung Timnas U 17 Indonesia di Piala Dunia U 17
Ia menyatakan bahwa negara harus berani seperti negara lain yang memberikan subsidi transportasi di kota-kota besar, dan jika perlu, subsidi tersebut mencapai 100 persen.
"Kita harus berani seperti negara lain angkutan di kota-kota besar, kalau perlu subsidi 100 persen, untuk orang yang butuh. Jadi bus kalau nggak pakai AC, ya udah, kita panggil pengusahanya 'kau butuh berapa? Ini', karena BBM kita dari dalam negeri, jadi kita bantu pengusaha," jelas Prabowo.
Prabowo akhirnya meminta para buruh untuk tidak terlalu menuntut kenaikan upah kepada pengusaha, mengingat janji-janji substansial yang ia sampaikan.
Baca Juga: Inilah 15 LINK Mengenai Jadwal, Lokasi, Ujian Seleksi CPNS
"Buruh kau sudah dapat ini, angkutan akan kita bebasin supaya kau kerja ringan ya sudah dong, jangan kau tuntut-tuntut pengusaha," pungkasnya.
Janji Prabowo ini telah menarik perhatian dan mendapatkan respons yang beragam dari berbagai pihak, dan menjadi salah satu isu yang akan menjadi sorotan dalam perhelatan pemilihan presiden tahun 2024. *