politik

PDIP Tunggu Gibran Kembalikan KTA Pasca Jadi Cawapres Prabowo, PDIP: Kok Repot!

Selasa, 31 Oktober 2023 | 20:28 WIB
Gibran Rakabuming Raka selaku Cawapres Prabowo ditunggu PDIP kembalikan Kartu Tanda Anggota milik PDIP. (Foto: Instagram/@bachren.71)

FAJARNUSA.COM — Partai PDI Perjuangan (PDIP) tengah menunggu tindakan positif dari Gibran Rakabuming Raka, Walkot Solo, untuk mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) setelah ia menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Ketua Dewan Kehormatan PDIP, Komarudin Watubun, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada alasan bagi Gibran untuk menahan KTA PDIP, karena itu adalah hasil dari keputusan partai.

"Jadi sebenarnya tidak perlu ada banyak sandiwara lagi harus kasih kembali KTA enggak perlu. Kalau sudah berani pindah ke sana, kembalikan KTA kok repot saja urusan begitu," kata Komaruddin di Gedung DPR, Senayan, Selasa (31/10).

Baca Juga: Pasukan Israel Jadi Bulan-bulanan Hamas Setelah Terjebak di Terowongan

PDIP telah mengambil langkah-langkah untuk menjelaskan situasinya kepada Gibran, tetapi dia memilih untuk berjalan ke arah lain.

Namun, PDIP tidak akan memaksakan keputusan pada Gibran.

"Karena kita sudah panggil kita sudah jelaskan tapi dia memilih jalannya ke sana ya tidak juga kita paksakan. Juga tidak bisa 'ah saya sudah pamit Mba Puan sudah pamit di Ketua Pemenangan Pemilu itu kan bukan pengurus DPP kalau Mba Puan boleh tapi itu pamit wajar saja tapi aturan organisasi tetap diterapkan kepada siapa saja." Ucap Komarudin.

Baca Juga: Ngeri! Seorang Siswa SDN 09 Jatimulya Bekasi, Alami Amputasi Kaki Akibat Perundungan

Alasan PDIP tidak memecat Gibran secara langsung adalah untuk menghindari pemecatan tersebut menjadi senjata untuk menyerang PDIP.

"Tidak perlu didramatisir kita kan tahu itu kalau kita ambil tindakan tegas pecat nanti dia gunakan itu, 'waduh saya dizalimi'. Itu sudah lagu lama." Ujar Komarudin 

Sebagai seorang pemimpin muda, Gibran diharapkan memberikan contoh yang baik dan konsisten dalam sikapnya.

Baca Juga: Ketua Dewan PDIP Tanggapi Soal Pencopotan Baliho Ganjar Mahfud di Bali Saat Kunjungan Presiden Jokowi

"Yang gini jangan pemimpin-pemimpin muda mereka harus memberikan contoh teladan yang akan datang harus ada kepastian. Pemimpin itu tidak boleh membuat rakyat jadi bingung iya tidak itu saja." Kata Komarudin.

"Bahkan ada saat di mana dia menyatakan tidak kepada kehendak rakyat karena dia mau pengembangan konstitusi tapi ada saat di mana dia iya kehendak rakyat. Jadi enggak bisa kau pagi ngomong lain sore kau buat lain itu tidak bisa begitu," tambah Komarudin.

Pernyataan Komarudin menggarisbawahi pentingnya konsistensi dan kejelasan dalam tindakan seorang pemimpin muda seperti Gibran. *

Tags

Terkini