FAJARNUSA.COM — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang mencuatkan isu tekanan kekuasaan di beberapa partai politik.
Hasto Kristiyanto menyebut adanya 'kartu truf' yang dipegang oleh beberapa ketua umum partai politik, yang dianggap sebagai serangan terhadap partai-partai di Koalisi Indonesia Maju.
Eddy Soeparno menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa PAN memiliki mekanisme internal di partainya untuk mendukung pasangan calon.
Baca Juga: Orang Tua Luis Diaz Jadi Korban Penculikan Dikolombia
"PAN mengikuti prosedur dan mekanisme internal partai dalam menetapkan pasangan capres dan cawapres," kata Eddy saat dikonfirmasi pada Senin (30/10).
Eddy juga mengingatkan tentang keputusan Rakernas PAN pada tahun 2022 yang menetapkan bahwa keputusan tentang pasangan capres-cawapres akan ditentukan oleh Ketum PAN, Zulkifli Hasan.
Keputusan tersebut telah dijalankan, dan PAN memutuskan untuk mendukung Pak Prabowo Subianto dan berpasangan dengan Mas Gibran.
Baca Juga: Gaza Akhiri Tahun Ajaran 2023/2024 Semua Siswa Telah Terbunuh Syahid
Eddy menjelaskan bahwa dukungan PAN kepada Prabowo Subianto sebagai capres didasarkan pada rekam jejak yang telah dibangun oleh keduanya selama dua kali Pilpres.
"Sehingga inilah proses keputusan yang kita ambil dan mengapa kita memilih Pak Prabowo, tentu karena alasan berbagai pertimbangan yang sifatnya ideologis dan strategis, tetapi juga karena kita memiliki rekam jejak yang panjang dalam mendukung Pak Prabowo," tambah Eddy.
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto terus menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju di Pilpres 2024.
Baca Juga: Piers Morgan Kritik Erik Ten Hag Setelah Kalah Lawan City di Laga Derby Manchester
Hasto menyebut adanya tekanan kekuasaan terhadap beberapa ketua partai politik, bahkan menyebut bahwa beberapa di antaranya merasa memiliki 'kartu truf'.
"Saya sendiri menerima pengakuan dari beberapa ketua umum partai politik yang merasa kartu truf-nya dipegang. Ada yang mengatakan life time saya hanya harian; lalu ada yang mengatakan kerasnya tekanan kekuasaan,” kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (29/10). *